Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Pengalihan Pesawat untuk Tangkap Aktivis Belarusia Dikecam

Senin 24 May 2021 12:30 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

 Aktivis Belarusia membuat bayang-bayang saat mereka membawa bendera Belarusia tua dalam unjuk rasa mendukung oposisi Belarus di Lapangan Kemerdekaan di Kyiv, Ukraina, Minggu, 20 September 2020. Para aktivis menuntut otoritas Belarusia untuk menghentikan represi politik di negara mereka.

Aktivis Belarusia membuat bayang-bayang saat mereka membawa bendera Belarusia tua dalam unjuk rasa mendukung oposisi Belarus di Lapangan Kemerdekaan di Kyiv, Ukraina, Minggu, 20 September 2020. Para aktivis menuntut otoritas Belarusia untuk menghentikan represi politik di negara mereka.

Foto: AP/Efrem Lukatsky
Aktivis Belarusia ditangkap dengan memaksa pesawat yang ditumpangi mendarat di Minsk

REPUBLIKA.CO.ID, MINSK -- Negara-negara Barat mengecam pengalihan paksa pesawat maskapai Ryanair yang membawa aktivis Belarusia dalam penerbangan Uni Eropa. Pemimpin-pemimpin Uni Eropa membahas respons mereka mengenai hal itu.

Pemimpin Uni Eropa menyebut aksi itu sebagai 'pembajakan', sementara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) menggambarkannya 'tindakan yang mengejutkan'. Belarusia memaksa pesawat yang seharusnya tiba di Lithuania mendarat di Minsk dengan alasan ada ancaman bom di pesawat tersebut.

Baca Juga

Belarusia lalu menangkap jurnalis dan aktivis Roman Protasevich. Pria berusia 26 tahun itu terbang dengan maskapai Ryanair. Pesawat yang ia tumpangi dari Athena, Yunani itu seharusnya mendarat di Vilnius.

Namun, pihak berwenang Belarusia menggunakan pesawat jet untuk mendorong pesawat itu dan mengalihkannya ke Minsk. Media pemerintah Belarusia mengatakan Presiden Alexander Lukashenko yang memerintahkan langsung langkah tersebut.

Pesawat diberitahu mengenai ancaman bom tapi ternyata laporan tersebut palsu. Pesawat itu tiba di Vilnius tujuh jam sejak keberangkatannya.

Sejak memenangkan pemilihan yang bermasalah pada Agustus tahun lalu, Lukashenko yang sudah berkuasa sejak 1994 membungkam suara-suara oposisi. Banyak tokoh-tokoh oposisi yang ditangkap saat hendak melarikan diri ke pengasingan.

Pada Senin (24/5), BBC melaporkan negara-negara anggota Uni Eropa mengecam pengalihan pesawat untuk menangkap aktivis tersebut. Mereka meminta Belarusia segera membebaskan Protasevich dan diadakan penyelidikan menyeluruh mengenai insiden tersebut.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA