Senin 24 May 2021 07:24 WIB

Bermodal Rp 1,36 T, Bank Banten akan Transformasi Digital

Ekuitas Bank Banten naik 147,77 persen dari Rp 549,53 miliar pada akhir 2019.

Rep: Novita Intan/ Red: Nidia Zuraya
Bank Banten
Bank Banten

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk mencatat kenaikan nilai ekuitas atau modal perusahaan sebesar Rp 1,36 triliun pada akhir 2020. Adapun modal yang besar ini digunakan untuk meningkatkan kinerja, salah satunya dengan mengakselerasi transformasi digital.

Direktur Utama Bank Banten Agus Syabarrudin mengatakan, dukungan permodalan yang semakin besar menjadi salah satu faktor pencapaian kinerja akan lebih baik dari tahun sebelumnya. 

Baca Juga

“Kami berkomitmen mengakselerasi transformasi digital dalam upaya membangun keunggulan kompetitif berkelanjutan, khususnya di tengah pandemi," ujarnya dalam keterangan resmi seperti dikutip Senin (24/5).

Menurutnya perbaikan kinerja selanjutnya akan dilakukan dengan upaya peningkatan efisiensi terhadap pos-pos biaya. Perusahaan juga akan memperbaiki kualitas aktiva produktif, melalui penjualan aset yang diambil alih (AYDA) dan pengelolaan penyelesaian kredit bermasalah melalui restrukturisasi, penagihan, dan penjualan agunan.

Selain itu, modal juga akan digunakan untuk peningkatan ketahanan institusi sebagai BPD, penyelarasan proses bisnis dan layanan, pengembangan sumber daya manusia yang profesional, termasuk penyempurnaan tata kelola perusahaan.

Secara nilai, ekuitas perusahaan meningkat 147,77 persen dari sebelumnya Rp 549,53 miliar pada akhir 2019. Hal ini sejalan rasio kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) meningkat dari 9,01 persen menjadi 34,75 persen.

Menurutnya, modal bank naik berkat suntikan dari Pemerintah Provinsi Banten melalui PT Banten Global Development. Adapun suntikan diberikan melalui aksi korporasi berupa penawaran umum terbatas (PUT) VI sebesar Rp 1,55 triliun.

Kemudian penetapan dana setoran modal Bank Banten merupakan cerminan dukungan dan kepercayaan yang besar dari pemegang saham pengendali terakhir, yaitu Pemerintah Provinsi Banten terhadap prospek usaha Bank Banten.

"Karena Bank Banten merupakan simbol kemandirian Provinsi Banten sekaligus lokomotif kebangkitan perekonomian Banten," ucapnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement