Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Abu Dhabi Tambahkan 6 Daftar Negara Hijau

Senin 24 May 2021 06:22 WIB

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Andi Nur Aminah

Uni Emirat Arab, kini menambah enam negara yang masuk daftar hijau dan terbebas dalam tindakan karantina wajib saat tiba di Abu Dhabi. Foto, suasana Bandara Internasional Abu Dhabi, Uni Emirat Arab..(ilustrasi)

Uni Emirat Arab, kini menambah enam negara yang masuk daftar hijau dan terbebas dalam tindakan karantina wajib saat tiba di Abu Dhabi. Foto, suasana Bandara Internasional Abu Dhabi, Uni Emirat Arab..(ilustrasi)

Foto: Arabian Business
Kini total negara dalam daftar hijau pemerintah UEA berjumlah 29..

REPUBLIKA.CO.ID, ABU DHABI -- Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan pada Ahad (23/5) telah memperbarui daftar negara yang bisa masuk ke UEA. Jumlah Negara yang ditambahkan ada enam.

Keenam negara itu adalah Jerman, Azerbaijan, Krygyzstan, Spanyol, Moldova, dan Amerika Serikat. Negara-negara daftar hijau terdiri atas Australia, Azerbaijan, Bhutan, Brunei, Cina, Kuba, Jerman, Greenland, Hong Kong (SAR). Selanjutnya ada Islandia, Israel, Jepang, Kyrgyzstan, Mauritius, Moldova, Maroko, Selandia Baru, Portugal, Rusia, Arab Saudi, Singapura, Korea Selatan, Spanyol, Swiss, Taiwan (ROC), Tajikistan, Inggris Raya, Amerika Serikat, dan Uzbekistan. Tidak ada negara yang dihapus dari daftar sebelumnya.

Baca Juga

Menurut situs resmi pemerintah, penumpang yang tiba atas  29 negara dalam daftar akan dibebaskan dari karantina wajib saat tiba di ibu kota Uni Emirat Arab. Mereka hanya perlu mengikuti tes PCR di bandara Abu Dhabi.

Dilansir Al Arabiya, Senin (24/5), orang yang bepergian dari negara yang tidak ada dalam daftar tersebut diharuskan melakukan karantina selama sepuluh hari. Selanjutnya menunjukkan tes PCR negatif untuk naik pesawat ke Abu Dhabi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA