Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Prancis Kaji Pengetatan Pembatasan Pelancong dari Inggris

Ahad 23 May 2021 21:19 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Christiyaningsih

Bendera Prancis.

Bendera Prancis.

Foto: Anadolu Agency
Prancis khawatir akan penyebaran varian Covid-19 asal India di Inggris

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS – Prancis tengah mengkaji pengetatan pembatasan bagi pelancong yang datang dari Inggris. Hal itu sehubungan dengan penyebaran varian Covid-19 asal India di Negeri Ratu Elizabeth.

"Kami khawatir tentang varian India dan kami tetap waspada tentang masalah itu, bekerja sama dengan pihak berwenang Inggris,” kata Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian saat diwawancara radio RTL pada Ahad (23/5).

Pada Jumat (21/5) lalu, institut kesehatan masyarakat Jerman menyatakan Inggris dan Irlandia Utara sebagai wilayah varian virus. Jerman mengharuskan pengunjung dari Inggris menjalani karantina selama dua pekan saat mengunjungi negara tersebut.

Inggris terancam menghadapi gelombang ketiga Covid-19. Salah satu faktor yang dapat memicu hal tersebut adalah tersebarnya varian Covid-19 asal India. Menurut Public Health England (PHE), jumlah kasus mutasi yang dikonfirmasi berasal dari India meningkat 160 persen pekan ini.

Terdapat 3.424 infeksi pada Kamis (20/5), naik dari 1.313 kasus pekan lalu. “Kasus masih dominan memengaruhi barat laut Inggris, terutama Bolton dan London, tetapi kami melihat kelompok kasus di seluruh negeri,” kata PHE.

Menurut PHE, ada bukti bahwa VOC-21APR-02 berkembang pesat dan mungkin lebih menular daripada VOC-20DEC-01, 'varian Kent' yang saat ini dominan di Inggris. "Dengan menghitung proporsi sampel yang telah diurutkan, kami kemungkinan memiliki lebih dari 11.000 kasus hingga 15 Mei karena varian India," ucapnya.

PHE menilai, varian India atau dikenal dengan istilah B.1.617.2 dapat menjadi varian dominan jika jumlahnya terus meningkat seperi saat ini. “Menyusul pengawasan Covid-19 yang ekstensif, yang dengan cepat mendeteksi kasus varian B1.617.2 yang pertama kali diidentifikasi di India, langkah-langkah pengujian lonjakan tambahan, pelacakan, dan isolasi sedang dikerahkan dengan cepat di Bedford, Burnley, Hounslow, Kirklees, Leicester, dan North Tyneside,” katanya.
 
Pemerintah Inggris juga akan meningkatkan upaya peluncuran vaksin di Midlands dan Utara. Penduduk di sana didesak untuk menerima suntikan.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA