Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Wamenag Ajak Pemuda Kristen Turut Perkuat Moderasi Beragama

Ahad 23 May 2021 18:15 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Nashih Nashrullah

Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa’adi, mengatakan moderasi beragama penting didukung semua entitas agama termasuk Kristen

Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa’adi, mengatakan moderasi beragama penting didukung semua entitas agama termasuk Kristen

Foto: dok. Kemenag
Moderasi beragama penting didukung semua entitas agama termasuk Kristen

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Wakil Menteri Agama (Wamenag), KH Zainut Tauhid Sa'adi, mengajak pemuda Kristen yang tergabung dalam organisasi Generasi Muda Pembaharu Indonesia (Gempar Indonesia) ikut dalam memperkuat moderasi beragama. 

Menurutnya, penguatan moderasi beragama sangat penting dan relevan dalam merawat kerukunan masyarakat Indonesia. "Penguatan moderasi beragama diperlukan sebagai strategi kebudayaan kita dalam merawat keindonesiaan,” kata Wamenag melalui pesan tertulis yang diterima Republika.co.id, Ahad (23/5)   

Baca Juga

Dia mengatakan, sebagai bangsa yang sangat heterogen, sejak awal para pendiri bangsa sudah berhasil mewariskan satu bentuk kesepakatan dalam berbangsa dan bernegara, yakni Pancasila dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang telah nyata berhasil menyatukan semua kelompok agama, etnis, bahasa, dan budaya.  

Wamenag menegaskan bahwa Indonesia disepakati bukan sebagai negara agama, melainkan juga tidak memisahkan agama dari kehidupan sehari-hari warganya. Nilai-nilai agama dijaga, dipadukan dengan nilai-nilai kearifan dan adat-istiadat lokal. Beberapa hukum agama juga dilembagakan oleh negara. Ritual agama dan budaya berjalin berkelindan dengan rukun dan damai. 

"Itulah sesungguhnya jati diri Indonesia, negeri yang sangat agamis, dengan karakternya yang santun, toleran, dan mampu berdialog dengan keragaman," ujar Wamenag saat berbicara pada pelantikan dewan Pengurus Pusat Gempar Indonesia periode 2021-2026 di Jakarta kemarin. 

Kiai Zainut mengatakan, ekstremisme niscaya akan merusak sendi-sendi keindonesiaan, jika dibiarkan tumbuh berkembang. Karenanya, moderasi beragama amat penting dijadikan cara pandang dan dikuatkan. 

Penguatan moderasi beragama, kata Wamenag, merupakan upaya menghadirkan jalan tengah atas dua kelompok ekstrem antara liberalisasi dan konservatisme dalam memahami agama. Tujuannya, tak lain untuk menghadirkan keharmonisan di dalam kehidupan masyarakat sebagai sesama anak bangsa.   

"Moderasi beragama bukan alasan bagi seseorang untuk tidak menjalankan ajaran agamanya secara serius. Sebaliknya, moderat dalam beragama tidak hanya berarti percaya diri dengan esensi ajaran agama yang dipeluknya, yang mengajarkan prinsip adil dan berimbang. Tetapi juga berbagi kebenaran sejauh menyangkut tafsir agama. "Karakter moderasi beragama meniscayakan adanya keterbukaan, penerimaan, dan kerjasama dari masing-masing kelompok yang berbeda," jelasnya. 

Wamenag berharap, penguatan moderasi beragama dapat menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi revolusi mental dan pembangunan kebudayaan dalam upaya meningkatkan SDM berkualitas dan berdaya saing.

Wamenag mengajak Pengurus Pusat Gempar Indonesia untuk ikut bersinergi dalam memperkuat moderasi beragama di tengah masyarakat. "Para mahasiswa dan generasi muda adalah agen perubahan sekaligus promotor kebudayaan yang dapat memajukan peradaban menuju Indonesia maju," ujarnya. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA