Ahad 23 May 2021 12:55 WIB

ACT Salurkan Bantuan Tunai untuk Korban Luka di Gaza

Banyak warga di gaza yang tidak memiliki uang karena harta benda mereka hancur

Rep: umar mukhtar/ Red: Hiru Muhammad
ACT mengirimkan ratusan ton bantuan pangan untuk Gaza.
Foto: ACT
ACT mengirimkan ratusan ton bantuan pangan untuk Gaza.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Aksi Cepat Tanggap (ACT) bergerak membantu warga Gaza korban serangan zionis Israel. ACT telah mengunjungi sejumlah rumah sakit di Gaza untuk memberi bantuan tunai kepada korban luka sehingga para korban bisa membeli obat-obatan untuk memulihkan kondisi mereka atau keluarganya.

"Saat ini banyak warga di Gaza yang menjadi korban serangan Israel, tidak memiliki uang sama sekali untuk membeli obat-obatan, karena semua harta yang mereka miliki juga telah hilang saat rumahnya hancur. Sehingga bantuan tunai ini tentunya sangat tepat diberikan untuk mereka," ujar Said Mukaffiy dari tim Global Humanity Response ACT, dalam keterangan pers yang diterima, Ahad (23/5).

Salah satu pasien di rumah sakit adalah Suzy Eshkuntana dan ayahnya, Riad Ashkantna. Anak dan ayah ini sempat menyentuh hati masyarakat dunia lewat foto evakuasi Suzy dari reruntuhan rumahnya di gedung Abu Al-Auf, di Jalan Al-Wehda, Gaza, yang hancur dibom pesawat tempur Israel.

Suzy saat ini hanya hidup bersama ayahnya. Ibu dan saudara laki-laki Suzy, meninggal dalam serangan tersebut. Dalam foto dan video yang beredar, Suzy nampak terus menangisi kepergian ibu dan saudaranya. Sementara tangis sang ayah juga pecah saat memeluk tubuh anak laki-lakinya yang telah dibalut kafan.

Sambil terus menangis, Riad meminta kepada warga yang mengurus jenazah anaknya, agar dapat melihat wajah anaknya tersebut untuk terakhir kalinya. Saat kafan di bagian wajah dibuka, tangis Riad pun semakin tak terbendung.

Beberapa kali Riad mendekap wajahnya ke wajah jenazah anaknya, seolah masih tidak percaya anaknya telah meninggal. Saat ini, kondisi Suzy dan Riad sungguh memprihatinkan. Mereka hanya dapat mengandalkan bantuan dari pihak luar untuk bertahan hidup. Semua harta benda mereka telah hancur bersamaan runtuhnya rumah mereka.

"Bantuan dari para dermawan melalui ACT ini, kami ikhtiarkan untuk terus dapat kami berikan kepada warga Palestina korban agresi Israel, seperti Suzy dan ayahnya. Agar beban hidup mereka setidaknya dapat semakin berkurang di hari-hari berikutnya," kata Said.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement