Sabtu 22 May 2021 16:42 WIB

Menhub Minta Tes Antigen Penumpang dari Sumatra Konsisten

Pulau Sumatra cenderung ada kenaikan kasus Covid -19

Petugas menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada tenaga kesehatan di Puskesmas Merdeka Palembang (ilustrasi)
Foto: ANTARA/Feny Selly
Petugas menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada tenaga kesehatan di Puskesmas Merdeka Palembang (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta tes antigen kepadapenumpang secara acak di simpul-simpul transportasi umum di Pulau Sumatera dilaksanakan secara konsisten agar pencegahan Covid-19 lebih optimal. "Semua tempat simpul transportasi ada random testing (tes acak), kita tahu Pulau Sumatra cenderung ada kenaikan (kasus Covid-19, Red)," kata dia saat mengecek posko tes antigen secara acak di Terminal Alang-Alang Lebar Kota Palembang, Sabtu (22/5).

Dia mengatakan dengan tes secara acak namun konsisten maka deteksi kasus Covid-19 lebih optimal. Sedangkan calon penumpang juga lebih berhati-hati dalam memutuskan bepergian, terutama tujuan Pulau Jawa.

Baca Juga

Diperkirakan terdapat 400 ribu orang dari Pulau Sumatra yang akan balik ke Pulau Jawa jika mengacu pada data ASDP yang mencatat adanya 440.012 orang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatra pada arus mudik Lebaran, 22 April hingga 15 Mei 2021. Pada kunjungannya bersama Ketua Satgas Covid-19 Nasional Doni Monardo tersebut, Budi juga mengatakan tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan di terminal, pelabuhan, dan bandara yang terus diperketat untuk meminimalisasi penyebaran dan paparan kasus positif baru.

Doni Monardo menambahkan kabupaten/kota di Pulau Sumatra mayoritas masih berada zona merah dan oranye sehingga harus diwaspadai dengan skrining secara ketat jika masyarakatakan masuk Pulau Jawa. "Jangan sampai ada 'pingpong' kasus karena kasus di Pulau Jawa sekarang sedang menurun, jika masyarakat dari Sumatra tidak di skrining maka yang positif bisa membawa Covid-19 ke Jawa," kata dia.

Pencegahan "pola pingpong" kasus tersebut mengandalkan konsistensi para personel gabungan yang masih berjaga di area-area penyekatan arus balik. Ia mengharapkan seluruh masyarakat dari Pulau Sumatra ke Pulau Jawa terjaring secara optimal dalam operasi penyekatan tersebut. Doni mengungkapkan jika "pola pingpong" kasus tidak dicegah maka lonjakan kasus positif Covid-19 pascalebaran akan berulang kembali seperti pada 2020 yang meningkat hingga 119 persen. "Tahun ini pasti masih ada kenaikan, tapi diupayakan naiknya bisa serendah-rendah mungkin," ujar Doni.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement