Friday, 11 Rabiul Awwal 1444 / 07 October 2022

Panduan Baru CDC Soal Masker Dinilai Berisiko

Sabtu 22 May 2021 00:10 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Nora Azizah

Belum lama ini CDC melonggarkan aturan masker bagi mereka yang sudah vaksinasi.

Belum lama ini CDC melonggarkan aturan masker bagi mereka yang sudah vaksinasi.

Foto: www.freepik.com
Belum lama ini CDC melonggarkan aturan masker bagi mereka yang sudah vaksinasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Belum lama ini, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melonggarkan aturan penggunaan masker bagi orang-orang yang sudah divaksinasi Covid-19. Mereka diperbolehkan untuk tidak menggunakan masker di dalam dan luar ruangan pada sebagian besar tempat.

Perubahan aturan ini diasarkan pada temuan dalam penelitian yang menunjukkan bahwa vaksin Covid-19 memberikan perlindungan yang tinggi. Perlindungan ini tak hanya mencakup pencegahan agar tidak jatuh sakit, tetapi juga perlindungan dalam hal penyebaran atau penularan Covid-19.

Baca Juga

Di sisi lain, kelonggaran ini juga dinilai berisiko meningkatkan penyebaran Covid-19 di lingkungan perkantoran dan ruang publik. Salah satu alasannya adalah tidak ada informasi yang rinci mengenai penerapan panduan baru ini dalam praktik keseharian.

"Khususnya terkait ketidakmampuan untuk memverifikasi status vaksinasi," jelas Dr Jeffrey Duchin dari Advisory Committee on Immunization Practices CDC dalam press briefing yang digelar Infectious Diseases Society of America, seperti dilansir CNBC, Jumat (21/5).

Salah satu yang disoroti oleh Duchin adalah kelonggaran penggunaan masker di dalam ruangan. Duchin mengatakan risiko penyebaran Covid-19 meningkat di ruang tertutup yang dipenuhi oleh orang-orang yang belum divaksinasi, khususnya bila ruangan tersebut memiliki ventilasi yang buruk.

"(Meniadakan keharusan penggunaan masker di dalam ruangan) dapat menyebabkan peningkatan risiko penyebaran Covid-19 yang sebenarnya bisa dicegah di ruang-ruang publik dan tempat kerja," jelas Duchin.

Dr Jeanne Marrazzo juga menyoroti dampak dari kelonggaran aturan penggunaan masker ini pada kelompok-kelompok yang rentan. Salah satunya adalah kelompok yang memiliki sistem imun lemah sehingga risiko mereka untuk terpapar Covid-19 lebih besar. Kelompok ini juga perlu dipertimbangkan karena jumlahnya yang cukup besar.

"Ada alasan nyata untuk tetap waspada dan menafsirkan aturan ini dengan hati-hati," ungkap Dr Marrazzo yang juga menjadi pembicara dalam press briefing.

Para ahli juga menyoroti bahwa masih ada ketidakpastian mengenai masa depan dari pandemi Covid-19. Termasuk di antaranya terkait kemunculan varian-varian baru, seberapa lama imunitas dapat bertahan, dan potensi kebangkitan Covid-19 itu sendiri.

"Wabah Covid-19 belum berakhir, masih ada ketidakpastian yang signifikan dan masih ada aktivitas penyakit yang signifikan," ungkap Duchin.

Dr Marrazzo menambahkan, saat ini cakupan vaksin Covid-19 pun belum luas. Oleh karena itu, Dr Marrazzo menilai penggunaan masker di dalam ruangan tetap perlu diterapkan oleh semua orang, termasuk mereka yang sudah divaksinasi lengkap.

"Orang-orang perlu memperhatikan apa yang sedang terjadi, memperhatikan tingkat vaksinasi, memperhatikan keterlibatan varian-varian baru ini, dan berpikir tentang persiapan untuk memperbaiki keadaan kembali," pungkas Dr Marrazzo.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA