Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Tottenham Cari Cara untuk Dapatkan Pelatih Leicester

Jumat 21 May 2021 16:21 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Endro Yuwanto

Pelatih Leicester City, Brendan Rodgers.

Pelatih Leicester City, Brendan Rodgers.

Foto: AP Photo / Rui Vieira, Pool
Brendan Rodgers masih menjadi pilihan pertama bos Spurs Daniel Levy.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tottenham Hotspur akan membuat langkah baru untuk pelatih Leicester City Brendan Rodgers. Mengutip dari Tribal Football, Jumat (21/5), The Sun melaporkan, Rodgers masih menjadi pilihan pertama bos Spurs Daniel Levy untuk menggantikan Jose Mourinho.

Namun, terlepas dari keinginannya tersebut, Levy khawatir tidak akan bisa menggoda pelatih asal Irlandia Utara itu jika Leicester mengamankan posisi ke Liga Champions musim depan. Kedua klub saling berhadapan pada hari terakhir kompetisi Liga Primer Inggris di akhir pekan ini.

Leicester perlu menang untuk mengamankan jatah ke Liga Champions musim depan dan the Foxes juga membutuhkan Chelsea atau Liverpool untuk kehilangan poin agar bisa memastikan tempat di empat besar.

Leicester melewatkan kualifikasi Liga Champions pada hari terakhir musim lalu dan berisiko mengalami nasib yang sama untuk kampanye berturut-turut. Rodgers, yang memimpin Leicester menjuarai Piala FA kali pertama, akhir pekan lalu, memiliki sisa empat tahun kontraknya bersama the Foxes.

Pria berusia 48 tahun itu menjanjikan komitmennya kepada Leicester ketika ia pertama kali dikaitkan dengan pekerjaan di Spurs pada bulan April. Rodgers telah mengecilkan laporan yang mengaitkannya dengan kepindahan ke Spurs.

"Saya sangat bahagia di sini dan saya senang karena saya memiliki satu set pemain yang memberikan hati dan jiwa mereka setiap hari. Saya juga bisa melihat masa depan di sini dalam hal perkembangan skuad," kata Rodgers dikutip dari Express, Jumat (21/5).

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA