Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

4 Kecamatan di Kabupaten Bekasi Ini Rawan Longsor

Kamis 20 May 2021 22:34 WIB

Rep: Uji Sukma Medianti/ Red: Andi Nur Aminah

Seorang pemulung mencari botol bekas di lokasi longsor Kota Bekasi, Jawa Barat (ilustrasi)

Seorang pemulung mencari botol bekas di lokasi longsor Kota Bekasi, Jawa Barat (ilustrasi)

Foto: Antara/Ivan Pramana Putra
Kecamatan itu masuk dalam zona merah dan orange rawan longsor.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Badan Penelitan dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Bekasi telah membagi beberapa kecamatan masuk dalam zona merah dan orange rawan longsor. Kepala Bidang Ekonomi Pembangunan Balitbangda Kabupaten Bekasi, Indra Wahyudi mengatakan, terdapat empat kecamatan yang masuk zona merah rawan bencana longsor yakni Kecamatan Serang Baru, Cibarusah, Bojongmangu dan Setu. 

Selain itu ada satu kecamatan rawan bencana longsor zona orange yaitu Cikarang Utara. “Zona merah tingkat kerawanannya longsor tinggi, zona orange kerawanan sedang,” kata Indra, Kamis (20/5).

Baca Juga

Pemetaan tersebut, jelas Indra, berasal dari penelitian dan pengamatan citra satelit yang telah dilakukan Balitbangda Kabupaten Bekasi. Dari hasil citra satelit, terlihat adanya struktur tanah lempung di beberapa kecamatan yang telah ditetapkan rawan bencana longsor itu. “Sample tanah dan dari citra satelit diketahui dari bawah itu banyak terdapat tanah lempung. Dan ciri dari tanah ini kalau dikasih air tidak meresap,” katanya.  

Makanya, Balitbangda Kabupaten Bekasi mengingatkan kepada masyarakat sekitar agar tak membuat bangunan di wilayah rawan longsor tersebut. Jika telah ada yang membangun sebaiknya melakukan evakuasi diri ke tempat yang lebih aman. 

Bahkan, Balitbangda juga telah melakukan kajian jangka panjang agar meminimalisir terjadinya longsor pada wilayah tersebut. Di antaranya, membuat sumur resapan dan melakukan penghijauan di area tersebut. 

“Di Kabupaten Bekasi ini kan persoalannya air tanah itu semakin menipis, ancamannya kan tanah bisa amblas ke bawah. Jadi harus ada solusi menyeluruh mengenai permasalahan ini,” tandasnya.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA