Wednesday, 22 Safar 1443 / 29 September 2021

Wednesday, 22 Safar 1443 / 29 September 2021

Bahaya Dengki tak Hanya untuk Orang Lain tapi Diri Sendiri

Kamis 20 May 2021 22:12 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah

Kedengkian seseorang akan menjerumuskan diri sendiri. Ilustrasi berdoa dijauhkan dari kedengkian(Ilustrasi)

Kedengkian seseorang akan menjerumuskan diri sendiri. Ilustrasi berdoa dijauhkan dari kedengkian(Ilustrasi)

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Kedengkian seseorang akan menjerumuskan diri sendiri

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Salah satu di antara penyakit yang paling berbahaya adalah penyakit dengki atau “al-hasad”. Dengki adalah perasaan senang melihat orang lain susah dan susah melihat orang lain senang. Karena itu, penyakit ini perlu segera diobati. 

Dalam bukunya yang berjudul "Risalah Ikhlas & Ukhuwah", Said Nursi menjelaskan bahwa orang yang hatinya dipenuhi dengan kedengkian dan permusuhan terhadap sesama mukmin, selain menzalimi saudaranya seiman, sesungguhnya ia sedang menzalimi dirinya sendiri. 

Baca Juga

Lebih dari itu, menurut Nursi, ia juga melampaui batas kasih sayang Ilahi. Sebab, dengan kedengkian dan permusuhan tersebut, ia menjatuhkan diri ke dalam penderitaan yang pedih, dan penderitaan itu bertambah pedih bila melihat musuhnya mendapatkan kenikmatan. Ia pun tersiksa akibat rasa takut terhadap sang musuh.

Nursi mengatakan, jika permusuhan itu muncul akibat kedengkian, balasannya adalah siksa yang pedih. "Sebab, kedengkian membuat si pendengki lebih sakit daripada yang didengki. Kedengkian dapat membakar pelakunya dengan kobaran apinya, sementara orang yang didengki tidak dirugikan atau hanya menderita sedikit kerugian," kata ulama asal Turki tersebut. 

Nursi melanjutkan, obat kedengkian adalah si pendengki harus merenungkan akibat dari kedengkiannya dan  hendaknya ia menyadari bahwa kekayaan, kekuatan,  kedudukan, dan hal-hal duniawi yang dinikmati orang yang didengkinya hanya bersifat sementara dan fana. Manfaatnya pun sedikit, namun tantangannya besar.

Adapun jika kedengkian timbul akibat faktor-faktor yang bersifat ukhrawi, kata Nursi, sebenarnya itu bukanlah suatu kedengkian. "Kalaupun ada perasaan dengki yang timbul pada hal-hal yang bersifat ukhrawi, bisa jadi si pendengki termasuk orang yang berlaku riya, di mana hal itu akan menghapus amal ukhrawinya di dunia. Atau, si pendengki berprasangka buruk terhadap orang yang didengkinya sehingga ia menzaliminya," jelas Nursi.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA