Kamis 20 May 2021 15:12 WIB

Menlu Saudi Serukan Akhiri Konflik Israel-Palestina

Menlu mengatakan tidak ada stabilitas tanpa solusi komprehensif untuk konflik

Rep: Mabruroh/ Red: Esthi Maharani
 FILE - Dalam file foto 17 Mei 2021 ini, petugas medis memeriksa puing-puing klinik perawatan kesehatan Gaza setelah serangan udara Israel di lantai atas sebuah bangunan komersial dekat Kementerian Kesehatan di Kota Gaza.
Foto: AP/Adel Hana
FILE - Dalam file foto 17 Mei 2021 ini, petugas medis memeriksa puing-puing klinik perawatan kesehatan Gaza setelah serangan udara Israel di lantai atas sebuah bangunan komersial dekat Kementerian Kesehatan di Kota Gaza.

IHRAM.CO.ID, RIYADH -- Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal Bin Farhan pada Rabu (20/5) menyatakan solidaritas Kerajaan dengan rakyat Palestina yang tengah menanggung beban serangan Israel dan menyerukan diakhirinya segera kekerasan yang sedang berlangsung di Gaza dan Yerusalem.

Dalam wawancara eksklusif dengan Al Arabiya TV, Pangeran Faisal mengatakan sikap Kerajaan di Palestina selalu jelas yaitu mencapai solusi permanen sejalan dengan Inisiatif Perdamaian Arab dengan pembentukan negara Palestina berdasarkan perbatasan tahun 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya.

Pangeran Faisal menekankan, bahwa tidak ada stabilitas tanpa solusi komprehensif untuk konflik Palestina-Israel, menggarisbawahi perlunya upaya untuk menghentikan pelanggaran, baik di Yerusalem Timur atau Gaza.

"Kami telah melihat dari pihak Amerika pemahaman tentang perlunya menghentikan eskalasi di Gaza," kataPangeran Faisal, dilansir dari Saudi Gazette, Kamis (20/5).

Dia juga mengatakan bahwa pihaknya sedang berkomunikasi dengan semua negara aktif untuk mendesak diakhirinya eskalasi Israel dan di Sidang Umum. "Kami akan menyerukan kepada komunitas internasional untuk menghentikan pertumpahan darah," tutur Faisal.

Berkenaan dengan Yaman, menteri luar negeri Saudi menegaskan kembali komitmen Kerajaan untuk solusi politik untuk krisis di Yaman, menambahkan bahwa kemajuan saat ini terhenti karena penolakan Houthi untuk menerima gencatan senjata.

"Kami berharap Houthi akan memajukan kepentingan Yaman atas kepentingan" partai regional," katanya, menekankan bahwa bola sekarang ada di pengadilan Houthi.

Adapun pembicaraan tentang kesepakatan nuklir Iran, dia mengindikasikan perlunya mengatasi masalah rudal balistik dan campur tangan Teheran di wilayah tersebut. Dia menekankan bahwa tidak ada stabilitas tanpa mengatasi kekhawatiran negara-negara di kawasan tentang perilaku Iran.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement