Kamis 20 May 2021 11:54 WIB

36 Wisatawan Positif Covid-19 Saat Libur Lebaran

Hasil itu diketahui usai mereka mengikuti tes antigen di berbagai destinasi wisata.

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Mas Alamil Huda
Wisatawan menaiki gajah tunggang di Bandung Zoological Garden (Bazoga), Bandung, Jawa Barat, Sabtu (15/5/2021). Selama libur Idul Fitri 1442 H, pengelola Bazoga menargetkan enam ribu kunjungan wisatawan per hari selama 10 hari.
Foto: ANTARA/Raisan Al Farisi
Wisatawan menaiki gajah tunggang di Bandung Zoological Garden (Bazoga), Bandung, Jawa Barat, Sabtu (15/5/2021). Selama libur Idul Fitri 1442 H, pengelola Bazoga menargetkan enam ribu kunjungan wisatawan per hari selama 10 hari.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Jawa Barat, menemukan sebanyak 36 orang wisatawan dari berbagai daerah dinyatakan positif Covid-19 saat musim libur Lebaran 1442 Hijriah. Hasil tersebut diketahui usai mereka mengikuti tes antigen gratis di berbagai destinasi wisata.

"Dari hasil random rapid antigen yang dilaksanakan di 14 titik, baik di pintu tol maupun di tempat wisata ketemu 36 orang (positif Covid-19)," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Ahyani Raksanagara, di Balai Kota Bandung, Kamis (20/5).

Ia menuturkan, kasus 36 wisatawan yang positif Covid-19 tersebut berhasil ditemukan di sejumlah titik yang dilaksanakan rapid test antigen secara acak. Mereka kini menjalani isolasi mandiri sedangkan yang berasal dari luar Kota Bandung diserahkan kepada dinas kesehatan setempat.

"Dua dari pintu tol Moh Toha, tujuh di Kebun Binatang awal sebelum Lebaran, 23 di Taman Lalu Lintas dan dari pendemo ada empat kemarin," katanya.

Ahyani mengatakan, wisatawan yang positif Covid-19 berasal dari Kota Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Bandung. Mereka yang berasal dari Kota Bandung langsung ditangani oleh petugas puskesmas.

Ahyani menambahkan, perusahaan berbadan hukum atau badan usaha dapat mengajukan keikutsertaan program vaksinasi gotong royong kepada PT Biofarma selaku pelaksana yang ditunjuk Kementerian Kesehatan (Kemenkes) atau pun kepada Kadin.

"Teknisnya vaksin gotong royong upaya pemerintah untuk percepatan maka dibuka ruang kalau mau mandiri, tapi dia bukan perorangan melainkan badan usaha atau badan hukum," katanya.

Ia mengatakan, vaksin gotong royong yang akan diterima oleh karyawan perusahaan bersifat gratis dan dibayarkan oleh pihak perusahaan. Terkait data perusahaan yang sudah mengajukan vaksinasi merupakan kewenangan PT Biofarma atau Kadin.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement