Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Buffon Ingin Terus Bermain, Ini Syaratnya

Kamis 20 May 2021 10:01 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Muhammad Akbar

Kiper Juventus Gianluigi Buffon  meneriakkan instruksi kepada rekan satu timnya pada pertandingan sepak bola Serie A Italia antara Juventus dan Napoli di Stadion Allianz di Turin, Italia, Kamis (8/4) dini hari WIB.

Kiper Juventus Gianluigi Buffon meneriakkan instruksi kepada rekan satu timnya pada pertandingan sepak bola Serie A Italia antara Juventus dan Napoli di Stadion Allianz di Turin, Italia, Kamis (8/4) dini hari WIB.

Foto: Fabio Ferrari / LaPresse via AP
Buffon tampil di partai final Coppa Italia melawan Atalanta di Stadion Mapei

REPUBLIKA.CO.ID, TURIN--Kiper Juventus, Gianluigi Buffon membutuhkan seseorang yang lebih gila darinya dimana orang tersebut selalu membayangkan sesuatu yang luar biasa. Itu sebagai syarat Buffon agar terus bermain. Buffon mengangkat tropi Copa Italia keenam kalinya.

Buffon tampil di partai final Coppa Italia melawan Atalanta di Stadion Mapei, Reggio-Emilia, Kamis (20/5) dini hari WIB. Bianconeri mengangkat tropi tersebut setelah menang 2-1 atas Atalanta.

“Menyelesaikan seperti ini membuat saya bangga dan sangat bahagia, karena saya harus berbagi kemenangan di Final ini dengan rekan satu tim saya dan para penggemar, memberikan lapisan gula pada kue,” kata Buffon kepada RAI Sport dilansir dari Football Italia.

Ia menegaskan penggemar, rekan satu tim, para direktur dan orang-orang di Juventus selalu menjadi bagian dalam hidupnya. Ia mengeklaim telah memberikan banyak cinta dan profesionalisme kepada klub ini.

Buffon sadar usianya sudah tua yaitu 43 tahun dan harus segera diakhir. Pada situasi ini Buffon akan membuat pelihan yang mungkin tidak populer. Namun ia mengatakan diusianya yang sudah tua namun masih bermain itu sebuah kegilaan.

“Saya senang ketika saya bisa bermimpi dan mengisi ulang diri saya dengan cakrawala baru, proyek baru, dan tantangan baru. Saya mungkin tidak menang, tapi bukan itu yang menarik minat saya.”

“Saya tidak pernah bermain untuk mendapatkan trofi, saya bermain untuk melakukan perjalanan, untuk menantang diri saya sendiri. Itulah inti dari keberadaan saya,” ujarnya.

Ia tak tahu apa yang akan terjadi dalam beberapa hari ke depan karena tak tahun sampai mana batas kekuatan tubuhnya. Ia juga tak menampik bisa saja mengakhiri karirnya sebagai pemain profesional dalam waktu dekat.

“Namun, jika ada seseorang yang lebih gila dari saya yang menghubungi saya dan membayangkan sesuatu yang lebih menakjubkan, saya akan mengikuti orang itu, karena itulah hidup,” Ia menambahkan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA