Saturday, 14 Zulhijjah 1442 / 24 July 2021

Saturday, 14 Zulhijjah 1442 / 24 July 2021

Juara Copa Italia Jadi Hadiah Ulang Tahun Pirlo

Kamis 20 May 2021 08:40 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Muhammad Akbar

Pelatih Juventus Andrea Pirlo meneriakkan instruksi selama pertandingan sepak bola Serie A Italia antara Udinese dan Juventus di stadion Dacia Arena di Udine, Italia, Minggu, 2 Mei 2021.

Pelatih Juventus Andrea Pirlo meneriakkan instruksi selama pertandingan sepak bola Serie A Italia antara Udinese dan Juventus di stadion Dacia Arena di Udine, Italia, Minggu, 2 Mei 2021.

Foto: Andrea Bressanutti/LaPresse via AP
Trofi tersebut bertepatan dengan hari kelahirannya sekaligus kado ulang tahun Pirlo

REPUBLIKA.CO.ID, REGGIO-EMILIA — Gelar juara Coppa Italia yang diraih Juventus setelah menang 2-1 atas Atalanta di partai final, di Stadion Mapei, Reggio Emilia, Kamis (20/5) dini hari WIB, sangat istimewa bagi pelatih Andrea Pirlo.

Trofi tersebut bertepatan dengan hari kelahirannya sekaligus kado ulang tahun, yaitu 19 Mei. Pirlo sedikit lega dengan gelar tersebut setelah mendapatkan tekanan dalam beberapa pekan terakhir.

Meski dianggap biasa-biasanya dalam menangani Biancoeri, namun di musim debutnya sebagai pelatih Juventus, dia mempersembahkan dua gelar yaitu Super Coppa Italia dan Copa Italia dan kini sedang berjuang finis di empat besar Serie A.

Kemenangan Nyonya Tuan didapatkan berkat dua gol yang dicetak Dejan Kulusevski dan Federico Chiesa. Adapun satu gol Atalanta dilesakkan Ruslan Malinovsky.

“Itu adalah pertandingan yang luar biasa dengan dua tim hebat yang berjuang dari awal hingga akhir. Itu layak untuk Final dan juga untuk para penggemar yang luar biasa ini, jadi kami senang kami bisa memberi mereka malam yang luar biasa,” kata Pirlo kepada RAI Sport dilansir dari Football Italia.

Ia menegaskan timnya memang ingin membawa pulang tropi meski diakui musim ini bukan musim yang luar biasa bagi Juventus. Ia mengeklaim timnya pantas mengangkat tropi tersebut karena dalam perjalannya mengalahkan tim-tim hebat.

Juventus berkembang lebih baik pada babak kedua. Hal tersebut membuat La Dea tersok-seok menghadapi serangan yang dibangun Juventus. Pirlo pun mengakui ada perubahan yang dilaukan pada babak kedua.

“Cuadrado sedikit terlalu dalam di babak pertama, tapi saya mengatakan kepadanya untuk lebih ganas pada Gosens dan McKennie untuk menyerang bek tengah mereka. Kami melakukannya di babak kedua dan semuanya berjalan jauh lebih baik,” jelasnya.

Selanjutnya, Pirlo memiliki pekerjaan besar yaitu meloloskan timnya ke Liga Champions musim depan. Kini mereka masih duduk di posisi kelima dengan selisih satu poin di bawah tim peringkat keempat Napoli dan Milan serta tiga angka dengan Atalanta. 

Pertandigan melawan Bologna di pekan terakhir akan menjadi penentu apakah Juventus akan bermain di Liga Champions atau justru di Liga Europa. Juventus akan finis di empat besar mengalahkan Bologna dan Milan atau Napoli gagal meraih kemenangan di partai terakhir.

“Kami tidak akan berada di sini untuk membicarakan tentang tempat kelima dan tersingkirnya Liga Champions secara prematur jika itu musim yang benar-benar positif. Ada pasang surut, dua trofi ini tidak bisa membatalkannya.,” ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA