Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Ekonomi Asia di Bawah Ekspektasi, IHSG Ditutup Melemah

Rabu 19 May 2021 16:27 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Nidia Zuraya

Karyawan melintas di dekat layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ilustrasi

Karyawan melintas di dekat layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ilustrasi

Foto: ANTARA/Galih Pradipta
IHSG sepanjang hari ini melemah dan ditutup dengan penurunan yang cukup tajam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada perdagangan hari ini, Rabu (19/5). IHSG sepanjang hari ini melemah dan ditutup dengan penurunan yang cukup tajam sebesar 1,27 persen ke level 5.760,58. 

Sejalan dengan IHSG, sejumlah indeks saham di Asia juga mengalami pelemahan yang cukup dalam. Pilarmas Investindo Sekuritas melihat pergerakan pasar saham Asia berfluktuasi seiringan dengan rilis data ekonomi negara Asia.

Baca Juga

"Rilis data ekonomi negara Asia masih berada di bawah ekspektasi pelaku pasar," kata Direktur Asosiasi Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, Rabu (19/5). 

Selain itu, pergerakan nilai tukar negara berkembang juga mengalami tekanan menjelang rilis kebijakan bank sentral AS. Meningkatnya tekanan inflasi di AS, menurut Nico, telah meningkatkan spekulasi investor bahwa The Fed kemungkinan dapat menaikkan suku bunga lebih cepat.

Dari dalam negeri, Nico mengatakan, pelaku pasar mencermati penurunan proyeksi Morgan Stanley terhadap outlook pertumbuhan Indonesia di tahun 2021 ini. Morgan Stanley merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanang 2021 menjadi 4,5 persen YoY dari sebelumnya 6,2 persen. 

Proyeksi Morgan Stanley ini mempertimbangkan faktor vaksinasi dan kekhawatiran lonjakan kasus Covid-19 pascalebaran sehingga konsumsi yang menjadi fokus utama pemulihan ekonomi bisa terkoreksi. "Selain itu, realisasi anggaran serapan PEN yang masih rendah dinilai dapat menjadi penghambat pemulihan ekonomi pada tahun ini," tutur Nico.

Sepanjang hari ini Indeks LQ45 bergerak melemah dan di akhir perdagangan terkoreksi 1,57 persen. Saham-saham yang mendominasi penurunan diantaranya TPIA, INCO, TKIM, BMRI, BBNI, dan WIKA. 

Sementara itu, investor asing pada hari ini melakukan aksi jual bersih sebesar Rp281 miliar dan dalam tiga bulan terakhir telah membukukan penjualan bersih Rp5,30 triliun. Adapun saham-saham yang paling banyak dilepas asing antara lain dari sektor perbankan dan pertambangan. 

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA