Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Israel Serang Kantor Media, AS Hanya Diam

Rabu 19 May 2021 13:24 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Teguh Firmansyah

 Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Antony Blinken.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Antony Blinken.

Foto: EPA
Menlu AS Antony Blinken enggan mengomentari serangan Israel tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengatakan Washington sudah menerima laporan ihwal serangan Israel ke media di Gaza. Gedung itu ditempati kantor berita Associated Press dan Aljazirah.

Namun ia menolak memberikan komentar lebih lanjut. "Kami sedang mencari informasi lebih banyak dari Israel," kata Blinken dalam konferensi pers gabungan dengan Menteri Luar Negeri Islandia di Reykjavik, Selasa (18/5).

"Yang saya pahami melalui saluran intelijen kami telah menerima informasi lebih lanjut dan itu bukan sesuatu yang dapat saya komentari," tambahnya.

Blinken mengatakan Israel mengaku  pesawat-pesawat jet menyerang gedung tinggi. Menurut Israel gedung itu berisi aset militer milik kantor intelijen organisasi Hamas.

Pada Ahad (16/5) lalu editor Associated Press Sally Buzbee mengatakan mereka tidak  menemukan bukti untuk menjustifikasi serangan Israel. Organisasinya juga mendesak penyelidikan independen terhadap serangan tersebut.

Permintaan Presiden AS Joe Biden untuk gencatan senjata diabaikan. Walaupun pada Selasa ini lalu lintas serangan antara Israel dan Hamas yang menguasai Gaza mulai mereda.

Mantan Duta Besar Israel di AS dan penasihat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Ron Dermer mengatakan pada stasiun televisi CNN, Israel sudah memberikan buktinya ke Washington.

"Sepemahaman saya bukti sudah diberikan ke pejabat intelijen AS dan terdapat intelijen Hamas di lokasi tersebut dan menurut sepengetahuan saya aktivitas mereka dapat menurunkan kemampuan kami dalam mengincar target dengan efektif dan mengurangi kemampuan kami menghalau roket," katanya. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA