Rabu 19 May 2021 10:39 WIB

Eks Jubir Gus Dur Dimakamkan di TPU Tanah Kusir

Wimar Witoelar jadi juru bicara kepresidenan era Presiden Gus Dur pada 1999-2001.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Mantan juru bicara presiden Gus Dur, Wimar Witoelar (tengah)
Foto: Aditya Pradana Putra/Republika
Mantan juru bicara presiden Gus Dur, Wimar Witoelar (tengah)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan juru bicara Presiden ke-4 RI, Aburrahman Wahid alias Gus Dur, yaitu Wimar Witoelar berpulang karena sakit di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada Rabu (19/5) sekitar pukul 09.00 WIB. Kabar tersebut dikonfirmasi oleh Direktur InterMatrix Erna Indriana dalam pesan singkat di aplikasi pesan yang diterima di Jakarta, Rabu.

"Terima kasih doanya untuk semua teman-teman dan sahabat WW (Wimar Witoelar) di mana pun berada. Mohon dimaafkan segala kesalahan WW. WW sudah pergi menghadap Tuhan YME dengan tenang pukul 09.00 pagi ini, Rabu 19 Mei 2021," tulis Erna dalam pesan tersebut.

Hal yang sama dikonfirmasi juga oleh Ketua Yayasan Perspektif Baru, Hayar Mansur, yang menjelaskan, Wimar telah berpulang. Dalam pesan singkatnya dia menyampaikan rasa terima kasih atas semua doa yang telah disampaikan untuk tokoh pers Indonesia.

"Kami juga menghimbau bagi kerabat dan sahabat yang ingin memberikan penghormatan terakhir dan doa dapat dilakukan saat pemakaman dengan tetap harus mematuhi protokol kesehatan," kata Hayat.

Terkait pemakaman Wimar, yang merupakan pemiliki biro konsultan InterMatrix, dilakukan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan, dengan waktu pemakaman akan diinformasikan lebih lanjut. Wimar dikabarkan kritis di Rumah Sakit Pondok Indah selama beberapa hari terakhir.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengajak masyarakat mendoakan Wimar. Almarhum lahir di Padalarang, Jawa Barat pada 14 Juli 1945, adalah tokoh reformasi Indonesia, jurnalis sekaligus kolumnis. Dia pernah menjabat sebagai juru bicara kepresidenan era Presiden Gus Dur pada 1999-2001.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement