Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Innalillahi, Wimar Witoelar Meninggal Dunia

Rabu 19 May 2021 09:51 WIB

Red: Elba Damhuri

Eks jubir Presiden Gus Dur, Wimar Witoelar.

Eks jubir Presiden Gus Dur, Wimar Witoelar.

Foto: dok. Istimewa
Wimar Witoelar, mantan juru bicara Presiden Gus Dur yang juga aktivis, meninggal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wimar Witoelar, mantan juru bicara Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang juga aktivis, meninggal dunia pada usia 75 tahun, Rabu (19 Mei).

Kabar duka ini disampaikan Direktur InterMatrix Communication (IMX) Erna Indriana dalam pesan singkatnya.

"Terima kasih doanya untuk rekan-rekan media, teman-teman, dan sahabat WW di mana pun berada. Mohon WW dimaafkan. WW sudah pergi dengan tenang sekitar pukul 9 pagi," kata Erna Indriana.

Sebelumnya, Wimar, yang merupakan Pemilik Biro Konsultan IMX, dikabarkan kritis dan mendapat perawatan di rumah sakit Pondok Indah sejak Rabu lalu. 

Diketahui, Wimar Witoelar sebelumnya dalam kondisi kritis karena didiagnosis mengalami sepsis alias kondisi medis yang disebabkan oleh timbulnya peradangan karena infeksi yang masuk dalam tubuh.

Wimar mendapat perawatan intensif di RS Pondok Indah sejak Rabu lalu. Beberapa hari sebelumnya, tepatnya Ahad (10/5), Wimar memang diizinkan kembali ke kediamannya. Namun, karena kondisi yang tak menentu, dia akhirnya kembali dibawa ke RS Pondok Indah.

Wimar Witoerlar lahir di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada 14 Mei 1945. Wimar pernah bikin heboh jagad politik dengan acara talk shownya Perspektif (1994).

Bersama Republika, Wimar Witoelar membawa Perspektif keliling Indonesia, menyuarakan demokrasi, penegakan hukum, dan keadilan.

 

Pada 1997-2000, Wimar menjadi presenter program acara Selayang Pandang. Pada 2000-2001, ia menjadi Juru Bicara Juru Bicara Presiden Gus Dur. Wimar adalah pemilik Intermatrix Communications

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA