Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Bukti Zionis Israel Lebih Rasis dari Nazi dan Reaksi Erdogan

Rabu 19 May 2021 10:00 WIB

Rep: Harun Husein/ Red: Nashih Nashrullah

Zionis Israel memberlakukan kebijakan apartheid dan rasis. Tembok pemisah di Yerusalem Timur (ilustrasi)

Zionis Israel memberlakukan kebijakan apartheid dan rasis. Tembok pemisah di Yerusalem Timur (ilustrasi)

Foto: AP Photo
Zionis Israel memberlakukan kebijakan apartheid dan rasis

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Apa sebutan yang pantas bagi rezim Zionis- Israel yang kembali membuat kebijakan menindas dan diskriminatif melalui Undang-Undang (UU) Negara Bangsa Orang Yahudi?

Banyak yang menyebutnya sebagai neoapartheid. Dan, bagi Recep Tayyip Erdogan, pemberlakuan UU tersebut, kian menegaskan wajah Zionis Israel sebagai rezim paling rasis dan paling fasis di muka bumi. 

Baca Juga

"Ini menunjukkan dengan jelas, tanpa keraguan, bahwa Israel adalah negara paling zionis, fasis, dan rasis… Tidak ada bedanya antara obsesi Hitler tentang ras Arya dengan pemahaman Israel bahwa tanah kuno ini hanya untuk orang-orang Yahudi. Spirit Hitler yang telah membawa umat manusia ke dalam bencana besar, telah menemukan kebangkitannya di antara sebagian pemim pin Israel," kecam Presiden Erdogan, dalam rapat dengan anggota parlemen Turki, di Ankara, Selasa, 24 Juli 2018 lalu, seperti dikutip Aljazeera.

UU yang disahkan parlemen Israel (Knesset) pada Kamis, 19 Juli lalu, memang kian menegaskan supremasi dan hak-hak eksklusif berdasarkan orang Yahudi. Mulai dari klaim wilayah itu sebagai tanah air historis orang Yahudi, hingga menegaskan penggunaan kalender dan bahasa Ibrani, Sebaliknya, minoritas Arab yang jumlahnya 1,8 juta orang, resmi menjadi warga negara kelas dua, bahkan bahasa Arab yang mereka gunakan pun mulai dilarang. 

Erdogan, menyeru dunia Muslim, komunitas Kristen, semua negara di dunia, organisasi-organisasi, LSM-LSM, para jurnalis, dan advokat di seluruh dunia, untuk melakukan langkah melawan Israel. Karena, kata dia, UU Negara Bangsa Orang Yahudi tersebut telah melegitimasi tindakan melanggar hukum dan penindasan terhadap minoritas Arab di Israel. "UU itu akan membawa Timur Tengah dan seluruh dunia ke dalam darah, api, dan rasa sakit," kata Erdogan.

Ini bukanlah kali pertama Erdogan menyebut rezim Israel sebagai titisan Nazi. Pada 2014 lalu, saat Israel membombardir Gaza, Erdogan juga menyampaikan pernyataan yang sama. "Mereka (Israel) mengutuk Hitler siang dan malam, tapi kebiadaban mereka sekarang ini bahkan telah melam paui aksi barbar Hitler…. Genosida yang dilakukan Israel sama saja dengan holocaust yang dilakukan Hitler. Mereka (Israel) sama tidak bermoralnya dengan Hitler." 

Kecaman Erdogan, terutama yang mengaitkan kekejaman Israel dengan Hitler, membuat panas kuping Netanyahu, yang segera menelepon Menteri Luar Negeri Amerika Serikat saat itu, John Kerry.

Grup lobi Yahudi di Kongres Amerika Serikat, juga mendesak Erdogan mengembalikan award yang diberikannya kepada Erdogan atas upayanya dalam perdamaian Timur Tengah. Apa kata Erdogan? "Ambil kembali piala itu dan pukulkan saja di kepalamu."

 

sumber : Harian Republika
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA