Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Ekonomi Diperkirakan Tertahan pada Semester I 2021

Rabu 19 May 2021 06:57 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Friska Yolandha

Sejumlah kendaraan melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (5/5/2021). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia minus 0,74 persen pada kuartal I 2021.

Sejumlah kendaraan melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (5/5/2021). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia minus 0,74 persen pada kuartal I 2021.

Foto: Aprillio Akbar/ANTARA
Kenaikan kasus Covid-19 dapat menghambat pertumbuhan ekonomi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Permata Tbk memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada kisaran tiga sampai empat persen pada akhir tahun ini. Adapun perkiraan tersebut berdasarkan pertumbuhan pada kuartal I 2021 yang masih terkontraksi, sehingga pemulihan belum secepat yang diperkirakan. 

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan perkiraan tersebut juga berdasarkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada kuartal I 2021 sebesar minus 0,74 persen.

“Tertahannya pertumbuhan ekonomi sendiri diperkirakan hanya bersifat temporer, pada paruh pertama 2021,” ujarnya ketika dihubungi wartawan, Rabu (19/5).

Meski begitu, pemulihan akan terjadi pada kuartal II 2021 yang didasarkan pada perkiraan bahwa aktivitas ekonomi sudah mulai dibuka sejalan dengan distribusi vaksin yang lebih meluas. Tak hanya itu, pemulihan pada kuartal II 2021 juga diamplifikasi oleh beberapa kebijakan pemerintah, seperti relaksasi kredit usaha rakyat (KUR) dan kebijakan pengurangan PPN properti, yang masih berlangsung setidaknya hingga Agustus mendatang.

Terkait dengan faktor penghambat, Josua memperkirakan risiko kenaikan kasus Covid-19 yang masih berpotensi terjadi dapat menunda pemulihan ekonomi sesuai target. 

“Risiko lonjakan kasus juga dapat membuat pemerintah menunda pembukaan kembali perekonomian,” ucapnya.

Sebelumnya, Morgan Stanley merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2021 menjadi 4,5 persen secara tahunan (year on year/yoy) dari 6,2 persen sebelumnya. Morgan Stanley juga merevisi ke bawah proyeksi pertumbuhan ekonomi di negara-negara Asean menjadi 5,4 persen, setelah sebelumnya diperkirakan tumbuh sebesar 7,4 persen.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA