Thursday, 7 Zulqaidah 1442 / 17 June 2021

Thursday, 7 Zulqaidah 1442 / 17 June 2021

Jangan Euforia dan Abaikan Protokol Kesehatan

Rabu 19 May 2021 06:28 WIB

Red: Ratna Puspita

Penanggung Jawab Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Laksamana Pertama TNI I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara

Penanggung Jawab Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Laksamana Pertama TNI I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara

Foto: ANTARA/Moch Asim
Dokter Nalendra ingatkan jangan sampai mengalami tsunami Covid-19 seperti di India.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Penanggung Jawab Rumah Sakit Lapangan Indrapura Surabaya Laksma dr IDG Nalendra DI, Sp.B, Sp.BTKV mengingatkan masyarakat Indonesia tidak mengabaikan protokol kesehatan. Sebab, pandemi Covid-19 masih terjadi.

"Jangan sampai Indonesia mengalami tsunami Covid-19 seperti di India. Mereka sudah euforia dan mengabaikan protokol kesehatan di tengah kondisi produsen vaksinasi," ujarnya kepada wartawan di Rumah Sakit Lapangan Indrapura(RSLI) Surabaya, Selasa (18/5).

Baca Juga

Menurut dia, 70 persen masyarakat India belum divaksinasi dan tidak memperhatikan varian baru. Dari tahapan perawatan dan monitoring, kata dia, telah dibuatkan seperti panduan klinis agar terdapat langkah-langkah antisipasi terhadap varian baru. 

"Kita tidak menginginkan hal itu terjadi. Begitu muncul, kami membuat protokol kesehatan yang harus dilakukan oleh pasien-pasien varian baru," ucap perwira tinggi TNI AL berpangkat bintang satu tersebut.

Sementara itu, spesialis patologi klinik RSLIdr Fauqa Arinil Aulia menyampaikan seseorang yang sudah divaksin masih bisa terpapar Covid-19. "Efikasinya diketahui sekitar 60 persen sampai 90 persen. Berarti masih ada celah ketika imunitas terbentuk tidak sesuai dengan yang diharapkan," katanya.

Ia menegaskan bahwa kuncinya tetap protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, hingga menghindari kerumunan. Terlebih, lanjut dia, dengan munculnya varian baru yang Varian of High Consequence belum diketahui, apakah sudah ada di tempat lain, terdeteksi atau tidak berdasarkan pantauan WHO sehingga tetap harus waspada. Virus baru ini berasal dari seseorang yang melakukan perjalanan luar negeri, lalu menginfeksi kelompok usia yang sebelumnya tidak rentan.

Pada kesempatan sama, spesialis bedah dr Agus Hariyanto selaku dokter penanggung jawab pasien (DPJP) RSLI menjelaskan masyarakat tenang dan tidak takut berlebihan karena pasien bisa disembuhkan. "Tidak perlu panik dan melakukan perundungan kepada pasien yang sudah dinyatakan sembuh oleh RSLI maupun RS lain," ujarnya.

Kendati demikian, diharapkan masyarakat tidak abai dan tetap menerapkan protokol kesehatan, walaupun sudah mendapatkan vaksinasi.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA