Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Studi Inggris Temukan AstraZeneca Ampuh 99 Persen

Rabu 19 May 2021 05:44 WIB

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Indira Rezkisari

Petugas kesehatan menunjukkan vaksin COVID-19 AstraZeneca. Dalam sebuah studi terbaru dari Inggris ditemukan jika hampir 100 persen orang langsung mengembangkan antibodi Covid-19 usai menerima suntikan vaksin kedua dari AstraZeneca dan Pfizer.

Petugas kesehatan menunjukkan vaksin COVID-19 AstraZeneca. Dalam sebuah studi terbaru dari Inggris ditemukan jika hampir 100 persen orang langsung mengembangkan antibodi Covid-19 usai menerima suntikan vaksin kedua dari AstraZeneca dan Pfizer.

Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan
Tingkat keampuhan tinggi terjadi setelah vaksin dosis kedua.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON — Dalam sebuah studi terbaru dari Inggris ditemukan jika hampir 100 persen orang langsung mengembangkan antibodi Covid-19 usai menerima suntikan vaksin kedua dari AstraZeneca dan Pfizer. Namun demikian, dijelaskan, kelompok rentan terpapar Covid-19 tidak memproduksi antibodi lebih banyak dari orang yang tidak berisiko tinggi.

“Kami menemukan bahwa 96,42 persen peserta Virus Watch positif antibodi 28-34 hari setelah satu dosis vaksin Covid-19. Hasil ini meningkat menjadi 99,08 persen dalam 7-14 hari setelah dosis vaksin kedua,” tulis studi tersebut dikutip The Hill, Rabu (19/5).

Dalam temuannya, para peneliti menjelaskan, ada bukti bahwa tingkat antibodi bisa lebih rendah dengan bertambahnya usia setelah dosis pertama vaksin. Antibodi yang diproduksi juga bisa lebih rendah pada orang dengan beberapa kondisi kesehatan jangka panjang termasuk diabetes, penyakit jantung, kanker dan mereka yang sedang menjalani terapi imunosupresif.

Lebih jauh, studi yang membandingkan dosis dari AstraZeneca dan vaksin Pfizer itu menemukan fakta baru. Dikatakan, vaksin Pfizer menunjukkan tingkat antibodi yang lebih tinggi dan lebih cepat daripada AstraZeneca setelah suntikan pertama.

Namun demikian, empat pekan setelah suntikan pertama dan kedua vaksin, ada tingkat antibodi yang serupa. “Ini adalah salah satu studi vaksin dunia nyata paling awal di Inggris dan ini adalah berita yang luar biasa,” kata Dr. Maddie Shrotri, penulis utama studi tersebut.

Shrotri menambahkan, sembilan dari 10 orang dewasa di Inggris yang mendapatkan vaksin Pfizer atau AstraZeneca, mampu menghasilkan antibodi melawan virus dalam waktu satu bulan setelah suntikan pertama mereka. “Seberapa baik vaksin ini bekerja luar biasa, terutama mengingat kecepatan pengembangannya. Ini adalah prestasi sains yang nyata dalam menghadapi pandemi paling dahsyat dalam satu abad," tambah Shrotri.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA