Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Presiden Putin Terima Surat-Surat Kepercayaan Dubes RI 

Selasa 18 May 2021 23:59 WIB

Red: Yeyen Rostiyani

Presiden Rusia Vladimir Putih menerima Surat-Surat Kepercayaan dari Dubes RI di Istana Kremlin, Moskow, Selasa (18/5).

Presiden Rusia Vladimir Putih menerima Surat-Surat Kepercayaan dari Dubes RI di Istana Kremlin, Moskow, Selasa (18/5).

Foto: Dokumentasi KBRI Moskow
Putin menyebutkan potensi kerja sama RI dan Rusia antara lain membangun shipbuilding.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Presiden Rusia Vladimir Putin menerima Surat-Surat Kepercayaan dari Duta Besar (Dubes) Luar Biasa Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Federasi Rusia, Jose Tavares, Selasa (18/5). Dalam sambutannya, Putin menyebutkan potensi kerja sama RI dan Rusia di sejumlah bidang, termasuk membangun galangan kapal atau shipbuilding.

“Para Duta Besar mengemban tugas yang sangat mulia dari negara masing-masing untuk meningkatkan kerja sama di berbagai bidang yang saling menguntungkan dengan Rusia,” kata Putin, dalam keterangan tertulis Kedutaan Besar RI di Moskow kepada Republika, Selasa.

Putin menyampaikan bahwa Rusia ingin mengembangkan kemitraan terbuka di berbagai bidang dengan berdasarkan prinsip kesetaraan, penghormatan atas kepentingan nasional, dan prinsip non-intervensi dalam politik dalam negeri. Pemerintah Rusia juga menekankan pentingnya kerja sama ekonomi yang bebas dan adil, tanpa adanya sanksi yang bermotivasi politik.

photo
Dubes RI untuk Federasi Rusia, Jose Tavares - (Dokumentasi KBRI Moskow)
 

Secara khusus, Presiden Putin juga menyampaikan kesiapan Rusia untuk bekerja sama dengan negara-negara dan mitra global dalam memerangi pandemi Covid-19. Selama ini, pandemi telah menjadi ujian nyata bagi nilai-nilai kemanusiaan seperti solidaritas, gotong royong, dan humanisme. 

“Kami siap berbagi pengalaman dan membantu negara lain untuk mengatasi dampak ekonomi dan sosial jangka panjang dari pandemi, termasuk menyiapkan produksi vaksin Covid-19 dan obat-obatan yang telah dikembangkan di Rusia,” ujar Putin.

Indonesia dan Rusia telah merayakan 70 tahun hubungan bilateral pada 2020. Sepanjang 70 tahun pelaksanaan hubungan bilateral, kedua negara telah mencatatkan pertumbuhan yang signifikan pada berbagai sektor strategis, antara lain: perdagangan, investasi, pariwisata, pendidikan dan sosial budaya.

“Khusus terkait dengan hubungan bilateral dengan Indonesia, Presiden Putin menyampaikan bahwa Rusia dan Indonesia memiliki hubungan persahabatan yang sangat baik dan telah berjalan lama,” kata Tavares.

Pada kesempatan itu, Putin menyampaikan bahwa terdapat potensi yang sangat besar untuk melaksanakan kerja sama Rusia dengan Indonesia. Ia menyebutkan bidang pembangkit listrik tenaga nuklir dan air, bidang transportasi, bidang infrastruktur pedesaan, termasuk pesawat terbang dan galangan kapal atau shipbuilding.

“Presiden Putin juga menggarisbawahi pentingnya Rusia-Indonesia untuk mengkoordinasikan posisi masing-masing negara pada isu global dan regional termasuk dalam kerja sama dalam kerangka Kawasan Asia Pasifik dan dalam kerangka ASEAN-Rusia,” ujar Tavares.

Acara ini berlangsung di Alexander Hall, Istana Agung Kremlin (Grand Palace) di Moskow, dengan pengaturan khusus terkait protokol kesehatan dalam situasi pandemi Covid-19. Turut hadir dalam upacara penyerahan Surat Kepercayaan, Menteri Luar Negeri Federasi Rusia, Sergey Lavrov dan Asisten Presiden Rusia untuk Hubungan Internasional, Yuriy Ushakov.

Selain Tavares, hadir pula 22 dubes dari negara-negara sahabat lainnya yang turut mengikuti upacara. Mereka antara lain dubes dari Afghanistan, Afrika Selatan, Argentina, Belanda, Bolivia, Bosnia-Herzegovina, Chad, Chile, Rep. Dominika, Guinea-Bissau, Kenya, Kyrgyzstan, Laos, Mauritius, Moldova, Polandia, Qatar, Rumania, Swiss, Thailand, dan Yordania.

Tavares adalah diplomat karier pada Kementerian Luar Negeri RI, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN (2016-2020) dan Duta Besar LBBP RI untuk Selandia Baru merangkap Samoa dan Kerajaan Tonga (2013-2016). Dalam karier di Kementerian Luar Negeri, Dubes Tavares telah menjalani penugasan pada berbagai kantor Perwakilan RI, antara lain: Perutusan Tetap RI untuk PBB di Jenewa, Kedutaan Besar RI untuk Perancis merangkap Andorra, Monako dan UNESCO, serta Kedutaan Besar RI untuk Belgia merangkap Luksemburg dan Uni Eropa.

Dalam masa penugasan sebagai Duta Besar RI untuk Federasi Rusia, Dubes Tavares memiliki sejumlah prioritas kerja sama Indonesia dan Rusia, yaitu: memperkuat hubungan politik, meningkatkan investasi, perdagangan dan pariwisata, memajukan kerja sama di bidang teknologi pertahanan, pengembangan kerja sama bidang diplomasi kesehatan, dan penguatan kerja sama pendidikan dan people-to-people contact.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA