Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Satgas Jember Tingkatkan Pengawasan Pemulangan PMI

Selasa 18 May 2021 23:51 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Anggota Polisi memberikan pengarahan kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebelum menjalani karantina. Satgas Penanganan COVID-19 KabupatenJember, Jawa Timur meningkatkan pengawasan terhadap pemulangan pekerja migran Indonesia setelah satu pekerja migran asal daerah ituyang bekerja di Malaysia terpapar COVID-19 varian baru B117.

Anggota Polisi memberikan pengarahan kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebelum menjalani karantina. Satgas Penanganan COVID-19 KabupatenJember, Jawa Timur meningkatkan pengawasan terhadap pemulangan pekerja migran Indonesia setelah satu pekerja migran asal daerah ituyang bekerja di Malaysia terpapar COVID-19 varian baru B117.

Foto: Antara/Saiful Bahri
Satgas Jember menyebut pengawasan diperketat karena masuknya Covid-19 varian baru

REPUBLIKA.CO.ID, JEMBER -- Satgas Penanganan COVID-19 KabupatenJember, Jawa Timur meningkatkan pengawasan terhadap pemulangan pekerja migran Indonesia setelah satu pekerja migran asal daerah ituyang bekerja di Malaysia terpapar COVID-19 varian baru B117.

"Sesuai prosedur, pekerja migran menjalani karantina di Asrama Haji Surabaya dan harus dites usap dan mereka yang masuk ke Jember harus dinyatakan negatif pada tes usap pertama," kata Pelaksana TugasKepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) yang juga Juru Bicara Satgas COVID-19 Kabupaten Jember Habib Salim di Jember, Selasa (18/5).

Para pekerja migran Indonesia itu juga harus menjalani karantina di dua hotel yang disediakan Pemkab Jember selama tiga hari dan kembali menjalani tes usap, sehingga prosedurnya cukup ketat sebelum pulang ke kampung halaman masing-masing.

"Setelah hasilnya negatif dari tes usap kedua, maka yang bersangkutan boleh pulang ke rumah masing-masing dengan pengawasan dari pihak puskesmas setempat," tuturnya.

Dia mengatakan jumlah pekerja migran yang tiba di Jember sebanyak 439 orang dan 22 pekerja migran di antaranya masih menjalani karantina di hotel yang disediakan Pemkab Jember."Total yang sudah ditangani hingga Senin (17/5) sebanyak 439 orang dan sebagian besar sudah pulang setelah tes usap kedua dinyatakan negatif," katanya.

Bupati Jember Hendy Siswanto mengatakan ada prosedur yang harus dilalui oleh para pekerja migran Indonesia yakni dua kali tes usap dengan hasil negatif, kemudian baru bisa dipulangkan ke rumah masing-masing."Kami menangani pekerja migran sesuai dengan aturan yang ada dan semua tahapan sudah dilaksanakan, sehingga Jember aman terkait dengan pemulangan pekerja migran," katanya usai menerima kunjungan Komisi E DPRD Jawa Timur di Pendapa Wahyawibawagraha Jember.

Pengawasan terhadap pekerja migran juga dikawal hingga tingkat desa seperti yang dilakukan Pemerintah Desa Kemuningsari Kidul, Kecamatan Jenggawah yang melakukan pendataan terhadap pekerja migran yang pulang ke desa masing-masing. Pemdes setempat bersama Bhabinkamtibmas Desa Kemuningsari Kidul melacak keberadaan sejumlah pekerja migran yang pulang ke desa tersebut dan mengimbau kepada warga untuk segera melaporkan ketika ada keluarganya yang pulang dari luar negeri.

Berdasarkan data Disnaker Jember,jumlah pekerja migran Indonesia yang sudah datang di Jember sebanyak 473 orang dan tujuh di antaranya datang pada Selasa malam, kemudian langsung dikarantina di hotel yang disediakan Pemkab Jember selama tiga hari dan dilakukan tes usap untuk kedua kalinya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA