Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

77 Ribu Wisatawan Kunjungi Sleman Selama Libur Lebaran

Selasa 18 May 2021 23:17 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Qommarria Rostanti

Warga berwisata di Geowisata Lava Bantal, Sleman, Yogyakarta. Sebanyak 77.721 wisatawan berkunjungan ke puluhan destinasi yang ada di Sleman selama libur Lebaran 12-16 Mei 2021 (ilustrasi).

Warga berwisata di Geowisata Lava Bantal, Sleman, Yogyakarta. Sebanyak 77.721 wisatawan berkunjungan ke puluhan destinasi yang ada di Sleman selama libur Lebaran 12-16 Mei 2021 (ilustrasi).

Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Wisata alam masih menjadi favorit wisatawan.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Suci Iriani Sinuraya mengatakan, 77.721 wisatawan berkunjungan ke puluhan destinasi yang ada di Sleman selama 12-16 Mei 2021. Dia menyebut, wisata alam masih menjadi favorit wisatawan.

Destinasi seperti Grojogan Watu Purbo, Kaliurang dan Kaliadem, Embung Senja, Bukit Breksi, Obelix Hills, Bukit Klangon, Blue Lagoon, Plunyon Kalikuning, dan Lava Bantal menjadi tujuan sebagian besar wisatawan. Angka kunjungannya sebesar 47.787 wisatawan. Sedangkan, kunjungan wisatawan dengan tujuan destinasi candi berkunjung ke Candi Prambanan, Kraton Ratu Boko, Candi Ijo, Candi Sambisari, dan Candi Banyunibo sebanyak 12.061 wisatawan.

"Untuk tingkat kunjungan ke museum MGM, Ullen Sentalu, dan Monjali dikunjungi 878 wisatawan. MGM sendiri sampai Sabtu masih tutup dan baru buka hari Ahad," kata Suci, Selasa (18/5).

Kunjungan ke destinasi wisata buatan Jogja Bay, Studio Alam Gamplong, Jogja Exotarium, Agrowisata Bhumi Merapi, The World Landmark, dan Sindu Kusuma Edupark diminati 12.979 wisatawan. Lalu, 4.016 wisatawan dikelola kelompok masyarakat.

Destinasi favorit periode libur kali ini Obelix Hills dengan kunjungan diikuti Kaliurang dan Kaliadem, Candi Prambanan, Jogja Bay, dan Tebing Breksi. Ketua PHRI Sleman, Joko Paromo menambahkan, okupansi hotel berkisar 10-15 persen.

Dari pengamatan lapangan tamu hotel sebelum menetapkan pilihannya untuk menginap sudah terlebih dulu melakukan pengecekan atau observasi pelaksanaan prokes. Serta, CHSE baik dari media daring atau saat tamu-tamu tiba di hotel. "Setelah melihat dan memastikan prokes dijalankan secara baik, baru tamu melakukan booking atau check in," ujar Joko. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA