Rabu 19 May 2021 05:28 WIB

Kisah Penjaga Ottoman terakhir di Masjid Al Aqsa

Kisah Kopral Hasan, Penjaga Ottoman terakhir di Masjid Al Aqsa.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Agung Sasongko
Prajurit Ottoman yang berhasil mempertahankan Gaza dalam pertempuran pertama di Gaza.
Foto: wikipedia
Prajurit Ottoman yang berhasil mempertahankan Gaza dalam pertempuran pertama di Gaza.

REPUBLIKA.CO.ID, Kopral Hasan, yang berasal dari provinsi Igdir Turki, adalah bagian dari tim senapan mesin berat tentara Ottoman dan menjaga Yerusalem selama 65 tahun hingga kematiannya pada tahun 1982. Kopral Hasan tergabung dalam korp ke-20, Batalyon ke-36, Skuadron ke-8.

Dia adalah salah satu pasukan barisan belakang yang tersisa di Yerusalem yang digunakan Tentara Ottoman untuk mencegah penjarahan dan menjaga ketertiban dan keamanan. Menurut tradisi, pemenang perang tidak pernah memperlakukan pasukan barisan belakang sebagai tawanan perang di kota yang direbut.

Baca Juga

Ketika pasukan Inggris memasuki Yerusalem, mereka menginginkan pasukan kecil untuk tinggal di kota untuk menghindari kemungkinan reaksi publik yang negatif setelah memasuki kota suci Yerusalem.

Hingga 1972, 47 tahun yang lalu, ketika almarhum jurnalis Turki Ilhan Bardakci menemani para pejabat dan pengusaha Turki dalam kunjungan kehormatan ke Palestina, tidak ada seorang pun di masyarakat Turki yang pernah mendengar tentang Kopral Hasan. Bardakci mengatakan perjalanan itu seperti yang lain, sampai hari keempat di mana dia menyaksikan momen emosional di Al-Quds, Yerusalem.

"Karena pada hari keempat kunjungan, mereka (pejabat Israel) membawa kami berkeliling di tempat-tempat bersejarah dan wisata dan kami tiba di Masjid Al Aqsa. Saya merasa senang saat naik ke lantai atas masjid suci. Mereka menyebut halaman lantai atas 'halaman 12 ribu lampu gantung' tempat Yavuz Sultan Selim menyalakan 12 ribu lilin. Tentara Ottoman yang megah melakukan sholat isya dengan cahaya lilin, namanya mengacu padanya."

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement