Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Masyarakat Kumuh DKI Jadi Percontohan Vaksinasi Gelombang 3

Rabu 19 May 2021 04:32 WIB

Red: Agus Yulianto

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 sekaligus Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (Dirjen P2P) Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 sekaligus Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (Dirjen P2P) Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi.

Foto: DOk BNPB
Pertimbangan utama penetapan kelompok sasaran ini adalah ketersediaan vaksin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan menjadikan kelompok masyarakat rentan di sejumlah kawasan kumuh DKI Jakarta sebagai proyek percontohan dari pelaksanaan vaksinasi gelombang ketiga di Indonesia. Pertimbangan utama penetapan kelompok sasaran ini adalah ketersediaan vaksin.

"Salah satu contohnya yang dilaksanakan di DKI Jakarta karena daerah urban dengan variasi masyarakat yang beragam. Kemarin DKI sudah dimulai dan ini percontohan untuk kita sebelum memulai secara nasional," kata Juru Bicara Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi saat memberikan pemaparan pada Dialog Produktif Selasa Tangguh yang disiarkan secara virtual oleh Kementerian Kesehatan di Jakarta, Selasa (18/5).

Siti Nadia mengatakan, kebijakan pemerintah dalam menetapkan kelompok prioritas penerima vaksin dilatarbelakangi rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi di Indonesia. "Pertimbangan utama penetapan kelompok sasaran ini adalah ketersediaan vaksin," katanya.

Sasaran vaksinasi Covid-19 di Indonesia total mencapai 181,5 juta penduduk sehingga dibutuhkan sekitar 426 juta dosis vaksin yang didatangkan dari sejumlah produsen dalam beberapa kali pengiriman. 

Siti Nadia mengatakan, pada vaksinasi gelombang ketiga kali ini, Kementerian Kesehatan telah menetapkan jumlah sasaran sebanyak 140 juta orang yang dibagi ke dalam beberapa kelompok. 

Pertama, adalah masyarakat rentan yang dilihat dari aspek geospasial atau mereka yang tinggal secara geografis memiliki angka kejadian Covid-19 yang tinggi atau terus menerus dan cenderung tidak terjadi penurunan.

Kedua, masyarakat rentan dari aspek ekonomi dan sosial, seperti berekonomi lemah hingga orang dengan disabilitas atau gangguan jiwa.

Pada acara yang sama, Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Ngabila Salama mengatakan pelaksanaan vaksinasi gelombang ketiga di DKI sudah dimulai sejak 5 Mei 2021 terhadap kelompok masyarakat rentan di kawasan kumuh."Kita lakukan penataan dibagi tiga zona, pertama, merupakan 445 RW yang sedang proses prioritas penataan permukiman yang tertuang dalam Pergub Nomor 90 Tahun 2018," katanya.

Kelompok sasaran kedua, adalah wilayah RW yang menjadi tempat transmisi lokal dari varian baru di DKI, salah satunya yang ditemukan berjenis varian baru asal India B1617.2. Sasaran ketiga adalah wilayah RT zonasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro wilayah merah dan oranye penularan Covid-19.

"Untuk tahap ketiga dari sasaran atau targetnya masih tergantung pada arahan pemerintah pusat terkait alokasi dosis vaksin. Kalau untuk masyarakat rentan kita sudah mulai, sekarang sudah sekitar 142 ribu orang yang divaksin. Sudah banyak juga," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA