Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Pemain West Brom Jadi Korban Rasial

Selasa 18 May 2021 16:05 WIB

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Endro Yuwanto

Semi Ajayi dari West Bromwich Albion.

Semi Ajayi dari West Bromwich Albion.

Foto: Nick Potts / Pool via AP
Semi Ajayi menjadi korban pelecehan di media sosial.

REPUBLIKA.CO.ID, WEST BROMWICH -- Pemain West Brom, Semi Ajayi, menjadi korban pelecehan di media sosial (medsos). Itu terjadi usai West Brom kalah dari Liverpool di Stadion Hawthorns, West Bromwich pada Senin (17/5) dini hari WIB.

Ajayi bermain selama 90 menit penuh dan menelan kekalahan 1-2. Usai pertandingan, Ajayi mengakui dia mendapat pesan rasis melalui medsosnya.

"Sekali lagi, saya menggunakan Instagram untuk lebih banyak pelecehan setelah pertandingan. Instagram menyelesaikannya," kata Ajayi dilansir dari laman Birmingham Live, Selasa (18/5).

Pesan yang menyakitkan tersebut datang hanya beberapa pekan usai seluruh media sosial sepak bola Inggris melakukan boikot. Selama empat hari dari organisasi sepak bola, klub, pemain, dan stakeholder sepak bola lainnya tidak menggunakan sosial media sebagai protes atas masifnya tindakan rasial secara daring.

Asosiasi sepak bola pun turut meminta pemerintah untuk membuat undang-undang agar perusahaan media sosial lebih banyak menindaklanjuti penyalahgunaan akun. Termasuk tindakan rasial melalui media sosial.

Sayangnya, sejumlah pemain tetap menjadi target sejak boikot dilakukan. Seperti striker Swansea Morgan Whittaker, pemain Manchester City Raheem Sterling, pemain Schalke Rabbi Matondo, dan kini Ajayi.

Bek West Bromich, Darnell Furlong turut angkat bicara soal tindakan rasial. Dia menyebut pemain sudah seringkali mendapatkan tindakan rasial selama musim ini.

"Siapapun yang Anda lawan, saya tidak peduli apakah itu rival atau tim yang harus dikalahkan, rasisme adalah menyedihkan. Kami berdiri bersama, melawan rasisme," kata Furlong.

Furlong mengakui tentu membela Ajayi dengan apa yang dia dapatkan di media sosial. Menurutnya, penting bagi platfom media sosial untuk menghentikan itu. "Kami semua berlutut sebelum pertandingan untuk menyebarkan kesadaran dan kami akan melihat apa yang terjadi tetapi ada sesuatu yang perlu dilakukan," jelas dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA