Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Wagub DKI Minta Maaf Soal Paduan Suara di Masjid Istiqlal

Selasa 18 May 2021 13:43 WIB

Rep: Uji Sukma Medianti/ Red: Esthi Maharani

Masjid istiqlal

Masjid istiqlal

Foto: ihram.co.id
Wagub DKI minta maaf terkait video lagu Lebaran dan lantunan Asmaul Husna di Istiqlal

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria,  menyampaikan permohonan maaf atas nama Pemprov DKI Jakarta terkait video lagu Lebaran dan lantunan Asmaul Husna berlokasi di luar dan di dalam Masjid Istiqlal. Video tersebut juga sempat diposting oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria.

"Tidak ada maksud lain dari adik-adik JYC dalam pembuatan video tersebut, selain untuk menyemarakkan suasana lebaran dan semangat Jakarta sebagai kota kolaborasi. Pak Wagub menyampaikan mohon maaf sebesar-besarnya dan berterima kasih atas masukan dan saran yang diberikan kepada Pemprov DKI Jakarta. Ini pelajaran berharga bagi kami, agar ke depannya lebih berhati-hati lagi," kata Kepala Biro Pendidikan dan Mental Spiritual Setda Provinsi DKI Jakarta, Muhammad Zen dikutip dari laman resmi Pemprov DKI, Selasa (18/5).

Zen mengatakan, konten tersebut adalah inisiatif dan sumbangan karya dari Jakarta Youth Choir (JYC), paduan suara yang telah memiliki prestasi di dalam dan luar negeri. Jakarta Youth Choir meminta maaf kepada masyarakat akibat video lantunan Asmaul Husna di Masjid Istiqlal.

"Konten tersebut rencananya ditayangkan pada momen Lebaran untuk memeriahkan Idulfitri secara virtual. Ada 2 video yang dibuat, yang pertama melantunkan Asmaul Husna dan kedua menyanyikan lagu Lebaran karya Ismail Marzuki," ujarnya.

Zen juga menegaskan, saat merekam gambar tersebut, tidak ada suara nyanyian atau iringan musik yang dilakukan. Karena, nyanyian tersebut telah direkam sebelumnya di studio. Dan pada pelaksanaannya, ada improvisasi dan inisiatif JYC yang kurang didasari pengetahuan, serta kurangnya pengawasan, sehingga melakukan pengambilan gambar di dalam masjid.

"JYC mengakui memiliki pengetahuan yang kurang perihal ini, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan di masyarakat, terutama umat Islam. Karena itu, JYC meminta maaf sebesar-besarnya kepada seluruh umat Islam, pengurus Masjid Istiqlal, juga Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Peristiwa ini telah memberi pelajaran bagi JYC untuk tidak mengulangi hal serupa di kemudian hari," tambahnya.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA