Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

KA Cepat Jakarta-Bandung Rampung 73 Persen, Uji Coba di 2022

Selasa 18 May 2021 13:02 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Nidia Zuraya

Kendaraan melintas di dekat kontruksi tiang pancang untuk jalur kereta pada proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung di kawasan Jalan Tol Padaleunyi, Kota Cimahi (ilustrasi). Pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sudah mencapai 73 persen per Mei 2021. Foto: Abdan Syakura/Republika

Kendaraan melintas di dekat kontruksi tiang pancang untuk jalur kereta pada proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung di kawasan Jalan Tol Padaleunyi, Kota Cimahi (ilustrasi). Pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sudah mencapai 73 persen per Mei 2021. Foto: Abdan Syakura/Republika

Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Jokowi menginginkan KA cepat terintegrasi dengan jalur MRT dan LRT Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sudah mencapai 73 persen per Mei 2021 ini. Targetnya, pembangunan proyek yang dikerjakan oleh PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) ini akan sepenuhnya rampung pada tahun depan, sehingga bisa mulai diujicobakan pada akhir 2022. 

"Nanti tahun depan awal sudah masuk ke persiapan untuk operasi. Dan diharapkan nanti di akhir tahun 2022 kereta cepat jakarta bandung sudah bisa diujicobakan. Dan tentu saja setelah uji coba langsung masuk ke operasional," ujar Presiden Jokowi saat berkunjung ke lokasi pengerjaan tunnel #1 di Halim dengan titik KM 5+500 tol Jakarta-Cikampek, Selasa (18/5). 

Baca Juga

Presiden Jokowi juga berharap kereta cepat yang menghubungkan Jakarta-Bandung ini juga terintegrasi dengan jalur LRT dan MRT di ibu kota. Integrasi moda transportasi ini diharapkan mampu memberikan efisiensi waktu sehingga mendongkrak daya saing ekonomi Indonesia. 

"Competitiveness bagi negara kita untuk bersaing dengan negara-negara lain," ujar presiden. 

Selain itu, pembangunan kereta cepat yang juga melibatkan China ini diharapkan bisa memberi ruang bagi SDM lokal untuk menyerap ilmu dan teknologi yang ada. Tujuannya, agar Indonesia mampu mandiri dalam pembangunan proyek-proyek serupa di masa depan. 

"Kita harapkan, nanti apabila sudah diputuskan akan diperpanjang sampai ke Surabaya, kesiapan SDM-SDM kita sudah memiliki pengalaman yang di Jakarta-Bandung," kata Presiden. 

Dikutip dari situs KCIC, kereta cepat Jakarta-Bandung akan menggunakan generasi terbaru CR400AF. Memiliki panjang trase 142,3 km yang terbentang dari Jakarta hingga Bandung, Kereta Cepat Jakarta-Bandung memiliki  empat stasiun pemberhentian Halim, Karawang, Walini, Tegalluar dengan satu depo yang berlokasi di Tegalluar. Setiap stasiun akan terintegrasi dengan moda transportasi massal di setiap wilayah.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA