Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Kasus Infeksi Covid-19 India Tembus 25 Juta

Selasa 18 May 2021 12:46 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Christiyaningsih

Anggota keluarga berdiri di samping tubuh korban Covid-19 saat mereka tiba di tempat kremasi untuk melakukan upacara terakhir di New Delhi, India, Kamis (29/4). Delhi melaporkan 25.986 kasus baru, 368 kematian dalam 24 jam terakhir, dan terus berlanjut. Mereka berjuang dengan suplai oksigen.

Anggota keluarga berdiri di samping tubuh korban Covid-19 saat mereka tiba di tempat kremasi untuk melakukan upacara terakhir di New Delhi, India, Kamis (29/4). Delhi melaporkan 25.986 kasus baru, 368 kematian dalam 24 jam terakhir, dan terus berlanjut. Mereka berjuang dengan suplai oksigen.

Foto: EPA-EFE/IDREES MOHAMMED
Total kasus infeksi di India saat ini sebanyak 25,23 juta kasus.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Total kasus infeksi virus corona di India tembus 25 juta. Dalam 24 jam terakhir, kasus positif Covid-19 di negara itu bertambah 263.533 kasus. Kasus kematian pada Selasa (18/5) juga tembus rekor dengan 4.329 kasus.

India adalah negara yang mengonfirmasi kasus Covid-19 terbanyak kedua di dunia setelah Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data Kementerian Kesehatan India, total kasus infeksi di negara itu saat ini sebanyak 25,23 juta kasus, sementara kasus kematiannya sebanyak 278.719 kasus.

CNN melaporkan varian baru virus corona India yang dideteksi pada Februari lalu kini sudah menyebar ke seluruh dunia. Puluhan negara melaporkan telah mendeteksi varian tersebut. Hal ini dikhawatirkan dapat membuat sistem kesehatan kewalahan menghadapi gelombang pasien virus corona.

Pakar yakin varian B.1.617 yang memicu gelombang kasus positif Covid-19 di India dalam beberapa pekan terakhir. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kini negara Asia Selatan itu bertanggung jawab atas 50 persen kasus infeksi dan 30 persen kasus kematian di seluruh dunia.

Pada 10 Mei lalu, WHO menetapkan B.1.617 dan turunannya sebagai 'varian yang mengkhawatirkan'. Klasifikasi itu menunjukkan varian tersebut lebih menular, menimbulkan gejala yang lebih parah, tidak merespons pada pengobatan yang sudah diterapkan sebelumnya, atau tidak bisa didiagnosis dengan tes yang sudah ada.

Varian B.1.617 adalah varian virus corona keempat yang dimasukkan ke dalam kategori 'varian yang mengkhawatirkan' oleh WHO. Tiga varian sebelumnya, antara lain, B.1.1.7 yang pertama kali dideteksi di Inggris, B.1.351 yang pertama kali dideteksi di Afrika Selatan, dan varian P.1 yang pertama kali dideteksi di Brasil.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA