Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Pascalebaran, Kementan Pastikan Stok dan Harga Terkendali

Selasa 18 May 2021 11:41 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Berdasarkan prognosa Kementerian Pertanian (Kementan), secara umum neraca ketersediaan pangan hingga Juni 2021 dalam kondisi aman. Beberapa komoditas pangan yang diperkirakan surplus antara lain beras 10,3 juta ton, jagung 2,5 juta ton, bawang merah 36,7 ribu ton, cabai besar 94,4 ribu ton, daging ayam 295 ribu ton, telur ayam 75 ribu ton, dan minyak goreng 563 ribu ton.

Foto:
Berdasarkan prognosa Kementan, stok pangan hingga Juni 2021 aman

Intervensi Distribusi

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan bahwa Distrbusi pangan harus menjangkau ke seluruh daerah secara merata. Oleh karena itu, apabila terdapat kelangkaan pasokan, dia meminta jajarannya untuk mengambil langkah intervensi,

"Kita ingin pastikan bahwa seluruh masyarakat dapat mengakses pangan secara merata, karena itu kita upayakan mendekatkan produsen ke konsumen dengan intervensi ini," ungkap Mentan SYL.

Kepala BKP Agung Hendriadi dalam keterangannya beberapa waktu lalu mengatakan bahwa intervensi distribusi didasarkan pada pemetaan stok di tiap daerah yang terus dipantau setiap saat."Jadi kita punya aplikasi namanya Simonstok (sistem monitoring stok), aplikasi ini membantu kita mengetahui dimana daerah surplus dimana daerah defisit. Sehingga kita bisa segera mengambil kebijakan yang diperlukan," ujarnya.

Salah satu intervensi distribusi yang baru-baru ini dilakukan adalah memfasilitasi distribusi jagung dari daerah sentra di Nusa Tenggara Barat ke wilayah sentra peternak layer yang membutuhkan yaitu di Kendal dan Blitar. “Pasokan jagung akan didatangkan dari berbagai wilayah di NTB, seperti Kabupaten Dompu, Bima, dan Sumbawa Barat. Sebanyak 308 ton telah terkirim pada 16 Mei 2021. Ditargetkan sebanyak 500 ton akan tiba di Blitar dalam waktu dekat,” terang Risfaheri. 

 

Selain itu, intervensi distribusi melalui Pasar Mitra Tani juga dilakukan dalam bentuk pemberian fasilitas free ongkir bagi pemesan secara daring.“Jadi kita berikan promo free ongkir untuk pemesanan bahan pangan melalui Pasar Mitra Tani dan aplikasi Grabmart, ini untuk membantu menstabilkan harga di masyarakat. Jadi masyarakat punya referensi jika menginginkan pangan yang murah dan berkualitas bisa pesan di Pasar Mitra Tani," pungkasnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA