Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Satgas: 14 Orang Pelaku Perjalanan di Lampung Positif Covid

Senin 17 May 2021 23:59 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lampung dr Reihana. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Provinsi Lampung mencatat ada 14 orang pelaku perjalanan yang dinyatakan positif COVID-19 saat pelaksanaan penyekatan arus balik Lebaran 2021 berlangsung.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lampung dr Reihana. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Provinsi Lampung mencatat ada 14 orang pelaku perjalanan yang dinyatakan positif COVID-19 saat pelaksanaan penyekatan arus balik Lebaran 2021 berlangsung.

Foto: Gambar Tangkapan Video
14 orang pelaku perjalanan tersebut kini tengah menjalani isolasi

REPUBLIKA.CO.ID, BANDARLAMPUNG -- Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Provinsi Lampung mencatat ada 14 orang pelaku perjalanan yang dinyatakan positif COVID-19 saat pelaksanaan penyekatan arus balik Lebaran 2021 berlangsung.

"Tercatat ada 14 orang pelaku perjalanan yang positif COVID-19 saat penyekatan arus balik," ujar Juru Bicara Satgas COVID-19 Provinsi Lampung Reihana, di Bandarlampung, Senin (17/5).

Dia menjelaskan 14 orang pelaku perjalanan tersebut kini tengah menjalani isolasi di sejumlah fasilitas kesehatan."Lampung diperintahkan untuk melakukan penyekatan mobilitas masyarakat sejak 15 Mei lalu, dan didapati ada 14 orang yang positif COVID-19 dari pemeriksaan antigen saat ini semua sedang melakukan isolasi dan perawatan," ujarnya.

Ia mengatakan sejumlah fasilitas kesehatan yang melakukan perawatan bagi 14 orang tersebut meliputi Rumah Sakit Bandar Negara Husada, Puskesmas Penengahan, dan salah satu hotel di Lampung Selatan."Nanti setelah 10 hari masa isolasi, kami akan lakukan tes usap ulang ke 14 orang pelaku perjalanan tersebut, untuk memastikan kesehatannya," katanya.

Menurutnya, pembiayaan bagi pelaku perjalanan yang terkonfirmasi positif COVID-19 selama masa pengetatan mobilitas masyarakat akan ditanggung oleh pemerintah."Pembiayaan pengobatan selama isolasi dan perawatan akan dilakukan oleh pemerintah pusat yang diawasi serta didampingi oleh BPKP," ujar Reihana.

Reihana mengatakan selama pengetatan mobilitas masyarakat untuk mencegah persebaran COVID-19 antarpulau telah disediakan sebanyak 200 ribu alat tes antigen oleh pemerintah pusat."Untuk tes antigen dari pusat telah disediakan 200 ribu, sedangkan kantor kesehatan pelabuhan (KKP) sudah menyiapkan sekitar 40 ribu, diharapkan ini dapat memutus mata rantai persebaran COVID-19," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA