Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Menkop: Pelaku UMKM Didominasi Usaha Mikro

Senin 17 May 2021 18:19 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Nidia Zuraya

Seorang pelaku UMKM kerajinan perhiasan logam asal Demak menata produk. ilustrasi

Seorang pelaku UMKM kerajinan perhiasan logam asal Demak menata produk. ilustrasi

Foto: Antara/Aji Styawan
Saat ini persentase wirausaha di Tanah Air baru sekitar 3,47 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyebutkan, 99 persen pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merupakan pengusaha mikro. Sementara, pelaku usaha kecil dan menengah hampir tidak ada.

"Dalam berbagai kesempatan, saya sampaikan struktur ekonomi kita banyak didominasi UMKM. Namun 99 persen usaha mikro, pelaku usaha kecil dan menengah hampir kosong," ujar Teten dalam Halal Bihalal secara virtual, Senin (17/5).

Baca Juga

Ia pun mengaku sudah mendapat konfirmasi dari Himpunan Bank Negara (Himbara) mengenai akses pembiayaan UMKM. "Konfirmasi dari Himbara, kalau pelaku usaha tengah makin berkurang akses di perbankan, ini sangat berbahaya karena berarti tidak produktif ekonomi kita," tegasnya.

Menurutnya sulit mendorong Indonesia menjadi negara maju, sebab persentase wirausaha di Tanah Air baru sekitar 3,47 persen. Padahal jumlah UMKM di negeri ini mencapai 64 juta.

Menkop juga berharap, kontribusi UMKM terhadap ekspor dan Produk Domestik Bruto (PDB) semakin besar. "Kalau 99 persen pelaku usaha didominasi usaha kecil, maka kontribusinya ke PDB relatif kecil. Ini jadi PR (Pekerjaan Rumah) kita bersama," kata Teten.

Pada kesempatan itu, ia turut menyebutkan, penyerapan anggaran Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) sudah mencapai 94,24 persen. Menurutnya, penyerapan tersebut penting demi mendongkrak perekonomian masyarakat di tengah melemahnya daya beli masyarakat.

"Maka sesuai arahan presiden, realisasi belanja pemerintah harus terus didorong. Penyerapan anggaran sangat dibutuhkan demi pemulihan ekonomi nasional," tuturnya.

Saat ini, kata dia, daya beli masyarakat atau konsumsi rumah tangga sedang turun. Dengan begitu, ekonomi nasional bergantung pada realisasi dan implementasi belanja pemerintah.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA