Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Tempat Wisata di Pangandaran Masih Ditutup

Senin 17 May 2021 17:15 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Suasana kawasan Pantai Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Ahad (16/5). Kawasan itu tetap terlihat ramai meski akses masuk ke Pantai Pangandaran ditutup.

Suasana kawasan Pantai Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Ahad (16/5). Kawasan itu tetap terlihat ramai meski akses masuk ke Pantai Pangandaran ditutup.

Foto: Republika/Bayu Adji P
Namun, jika sudah memesan penginapan tetap diperbolehkan masuk.

REPUBLIKA.CO.ID, PANGANDARAN -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran, Jawa Barat masih menutup seluruh objek wisata di daerah itu. Wisatawan yang hendak masuk ke objek wisata di Pangandaran akan diputarbalikkan oleh petugas. 

Sekretaris Daerah Kabupaten Pangandaran, Kusdiana mengatakan, pihaknya baru akan mengadakan rapat dengan seluruh pelaku usaha wisata di Pantai Batukaras dan Pantai Pangandaran pada Senin (17/5) malam. Dalam rapat itu, nantinya akan dibahas masalah penutupan objek wisata. 

"Per hari ini sementara belum dibuka secara total," kata dia saat dihubungi Republika, Senin.

Kendati demikian, wisatawan yang sudah terlanjur memesan penginapan di kawasan objek wisata di Kabupaten Pangandaran tetap diperbolehkan masuk. Sebab, pemerintah tak bisa melarang mereka masuk karena sudah memesan penginapan. 

Kusdiana menegaskan, petugas di lapangan tetap akan melakukan pengawasan protokol kesehatan (prokes). Dengan begitu, tak akan terjadi kerumunan wisatawan seperti yang terjadi seperti di Pantai Batukaras pada Sabtu (15/5).

"Intinya kan Pak Gubernur ingin seperti itu," ujar dia.

Kusdiana mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan waktu dibukanya objek wisata di Pangandaran. Keputusannya akan disimpulkan usai rapat dengan para pelaku usaha wisata.

"Belum ada keputusan final ditutup sampai kapan," kata dia.

Ia menambahkan, pelaku usaha wisata juga akan diminta membuat surat pernyataan untuk menjaga prokes. Artinya, pelaku usaha juga harus bisa mengawasi penerapan prokes. Tidak hanya mengandalkan petugas. Dengan begitu, lannut dia, objek wisata dapat kembali dibuka dan tidak kembali ditutup.

"Ini kan kepentingan mereka juga, dari sisi ekonomi dan lainnya. Pak Bupati maunya ada rasa saling menjaga dari kita semua terkait penerapan prokes," kata dia.

Penutupan seluruh objek wisata di Kabupaten Pangandaran dilakukan sejak Ahad (16/5). Kebijakan itu diambil setelah video wisatawan berkerumun di Pantai Batukaras viral di media sosial pada Sabtu (15/5).

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA