Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Sandiaga Dorong MES Gairahkan Industri Produk Halal RI

Senin 17 May 2021 17:03 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Nidia Zuraya

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno.

Foto: Istimewa
Sektor industri produk halal asli Indonesia dimotori oleh pelaku UMKM.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mendorong Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) untuk menggairahkan sektor industri produk halal asli Indonesia yang dimotori oleh para UMKM. Ia meminta agar fasilitas digital bisa dimanfaatkan sepenuhnya demi menjangkau pemasaran yang lebih luas.

"MES bisa meningkatkan keterampilan teman-teman UMKM agar bisa melakukan kegiatan bisnis melalui virtual. Dari menjual barang hingga kegiatan wisata," kata Sandiaga dalam pembukaan Eid Alfitri Creative & Expo Tourism (ECT EXPO), Senin (17/5).

Baca Juga

Sandiaga mengatakan, hingga saat ini pariwisata dan ekonomi sangat terdampak. Karena itu pemerintah khususnya Kemenparekraf bersama sejumlah kementerian terkait membuat serangkaian kebijakan untuk mendorong masyarakat meningkatkan belanja produk-produk lokal, tak terkecuali produk halal.

Ia menuturkan, produk yang saat ini mulai eksis seperti fesyen dan kuliner. Bahkan Sandiaga ingin agar Indonesia bisa menjadi pusat fesyen muslim di dunia. Adanya MES diharapkan mendukung langkah-langkah pemerintah dalam meningkatkan antusiasme masyarakat terhadap produk halal lokal.

"Selama ini MES masih fokus di keuangan dan perbankan, tapi sekarang mulai menjangkau sektor-sektor kehidupan masyarakat langsung (riil)," kata dia.

Lebih lanjut, ia menilai, program-program pemerintah untuk mendukung pembelian produk lokal cukup berhasil. Salah satunya terlihat dari antusiasme masyarakat mengirim hantaran atau produk kreatif lokal kepada keluarga di kampung halaman lantaran tak bisa mudik.

"Memang harus ada transformasi tidak bisa lagi seperti dulu di mana orang membludak, sekarang harus menjaga protokol kesehatan agar masyarakat bisa terbiasa," kata dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA