Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Pakar Kesehatan AS: Pandemi Covid Tunjukkan Efek Rasialisme

Senin 17 May 2021 13:53 WIB

Rep: Dwina Agustin/Puti Almas/ Red: Christiyaningsih

 Anthony Fauci, direktur National Institute of Allergy and Infectious Diseases, berbicara dengan wartawan di Ruang Pengarahan Pers James Brady di Gedung Putih, Kamis, 21 Januari 2021, di Washington.

Anthony Fauci, direktur National Institute of Allergy and Infectious Diseases, berbicara dengan wartawan di Ruang Pengarahan Pers James Brady di Gedung Putih, Kamis, 21 Januari 2021, di Washington.

Foto: AP/Alex Brandon
Pandemi Covid-19 menyebabkan kesenjangan kesehatan yang merugikan etnis tertentu

REPUBLIKA.CO.ID, ATLANTA -- Ahli imunologi yang memimpin tanggapan Covid-19 di Amerika Serikat (AS) Dr Anthony Fauci mengatakan, efek rasialisme dari pandemi tidak dapat disangkal. Kondisi tersebut telah menyebabkan kesenjangan kesehatan yang tidak dapat diterima yang terutama merugikan orang Afrika-Amerika, Hispanik, dan penduduk asli Amerika selama pandemi.

"Covid-19 telah menyoroti kegagalan masyarakat kita sendiri," kata Fauci saat upacara wisuda untuk Emory University, Ahad (16/5)/

Berbicara melalui webcast dari Washington, Fauci mengatakan banyak anggota kelompok minoritas bekerja di pekerjaan penting mungkin lebih terpapar virus corona. Dia menjelaskan mereka lebih mungkin terinfeksi jika terpapar karena kondisi medis, seperti hipertensi, penyakit paru-paru kronis, diabetes, atau obesitas.

"Sekarang, sangat sedikit dari penyakit penyerta ini yang memiliki faktor penentu rasial," kata Fauci.

Fauci menunjuk pada tingkat kematian Covid-19 yang lebih tinggi di antara orang kulit hitam Amerika, Amerika Latin, dan anggota kelompok minoritas lainnya sebagai bukti dari faktor penentu sosial yang menyebabkan pandemi yang melanda komunitas tersebut sangat parah. Ia menyebut sangat sedikit dari komorbiditas yang memiliki faktor penentu rasial.

Namun, Fauci menjelaskan, hampir semua terkait dengan faktor penentu sosial kesehatan yang berasal dari kondisi merugikan yang dialami beberapa orang kulit berwarna sejak lahir. Kondisi ini terkait ketersediaan makanan yang memadai, akses ke perawatan kesehatan, dan efek rasialisme yang tidak terbantahkan dalam masyarakat AS.

Baca Juga

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA