Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Gojek Resmi Merger dengan Tokopedia Membentuk GoTo

Senin 17 May 2021 13:52 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Nidia Zuraya

Founder dan CEO Gojek Grup Nadiem Makarim (kanan), Co-Founder Gojek Kevin Aluwi (tengah), dan Presiden Gojek Grup Andre Soelistyo (kiri) dalam sebuah kesempatan bersama beberapa waktu lalu. Dua perusahaan rintisan Indonesia,Gojek dan Tokopedia mengumumkan Grup GoTo, yang mengkombinasikan layanan mereka masing-masing.

Founder dan CEO Gojek Grup Nadiem Makarim (kanan), Co-Founder Gojek Kevin Aluwi (tengah), dan Presiden Gojek Grup Andre Soelistyo (kiri) dalam sebuah kesempatan bersama beberapa waktu lalu. Dua perusahaan rintisan Indonesia,Gojek dan Tokopedia mengumumkan Grup GoTo, yang mengkombinasikan layanan mereka masing-masing.

Foto: Republika/Prayogi
GoTo akan menggabungkan e-commerce, pengiriman barang, transportasi dan keuangan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dua perusahaan rintisan Indonesia,Gojek dan Tokopedia mengumumkan Grup GoTo, yang mengkombinasikan layanan mereka masing-masing. Dikutip dari siaran pers, Senin (17/5), Co-CEO Gojek Andre Soelistyo akan menjabat sebagai CEO Grup GoTo, sementara Presiden Tokopedia Patrick Cao sebagai Presiden GoTo.

Kevin Aluwi dan William Tanuwijaya masing-masing akan tetap sebagai CEO Gojek dan CEO Tokopedia."Hari ini adalah hari yang sangat bersejarah dengan dibentuknya Grup GoTo serta menandai fase pertumbuhan selanjutnya bagi Gojek, Tokopedia dan GoTo Financial. Mitra driver Gojek akan memiliki peluang pendapatan yang lebih besar antara lain dengan mengirimkan lebih banyak pesanan dari pengguna Tokopedia, sementara penjual dan mitra merchant dari berbagai skala bisnis akan mendapatkan berbagai manfaat dan kesempatan untuk meningkatkan usahanya. Hadirnya Grup GoTo juga akan memungkinkan kami untuk semakin mendorong inklusi keuangan di Indonesia dan Asia Tenggara," kata Andre.

Baca Juga

Berdasarkan informasi yang diterima, GoTo akan menggabungkan layanan e-commerce, pengiriman barang, transportasi dan keuangan."Ke depannya, Grup GoTo akan berkontribusi lebih dari 2 persen kepada total PDB Indonesia dan akan menciptakan lebih banyak lapangan kerja serta peluang penghasilan seiring dengan berkembangnya bisnis kami dan bertumbuhnya ekonomi. Kami sangat bersemangat untuk memulai babak berikutnya dari sejarah bisnis kami dan akan terus berinovasi untuk mendorong pertumbuhan yang lebih inklusif di setiap sektor yang tersentuh teknologi kami," kata Patrick.

Grup GoTo mengantongi Gross Transaction Value (GTV) lebih dari 22 miliar dolar AS pada tahun lalu, sementara jumlah transaksi lebih dari 1,8 miliar pada 2020. Untuk pengguna aktif bulanan, GoTo memiliki lebih dari 100 juta pengguna.

GoTo juga berencana untuk mengembangkan bisnis ke negara-negara tempat Gojek beroperasi. Grup GoTo mendapatkan dana dari beragam investor, antar lain Alibaba Group, Astra International, Google, JD.com, Telkomsel, Temasek, Tencent, Facebook, PayPal dan SoftBank Vision Fund 1.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA