Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Media Korut Kritik Latihan Korsel

Senin 17 May 2021 11:49 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Christiyaningsih

Seorang tentara Korea Selatan mengambil bagian dalam latihan penembakan langsung di dekat zona demiliterisasi yang memisahkan kedua Korea di Paju, Korea Selatan, Selasa (23/6).

Seorang tentara Korea Selatan mengambil bagian dalam latihan penembakan langsung di dekat zona demiliterisasi yang memisahkan kedua Korea di Paju, Korea Selatan, Selasa (23/6).

Foto: REUTERS / Kim Hong-Ji
Media propaganda Korut mengkritik latihan dua tahunan Korsel dan latihan bersama AS

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Sebuah media propaganda Korea Utara pada Ahad (16/5) mengkritik pelatihan area belakang dua tahunan yang sedang berlangsung di Korea Selatan dan latihan bersama baru-baru ini dengan Amerika Serikat. Tulisan itu memperingatkan bahwa negara tetangga hanya akan melukai diri sendiri dengan menghadapi Korea Utara.

"Langkah (Korea Selatan) untuk membangun dan latihan militer secara ketat didasarkan pada rencananya untuk menyerang Republik kami terlebih dahulu dan merupakan faktor yang semakin memperburuk ketegangan yang sudah kritis di Semenanjung Korea," kata media Korea Utara, Tongil Voice.

Pekan lalu, Kepala Staf Gabungan (JCS) memulai pelatihan Hwarang di kota tenggara Daegu dan sekitarnya Provinsi Gyeongsang Utara. Latihan tersebut sebagai bagian dari upaya untuk mempertahankan posisi pertahanan terintegrasi. Latihan tersebut dijadwalkan berlangsung hingga November di lima wilayah berbeda.

Artikel Tongil Voice juga menyalahkan Korea Selatan karena menjadi negara yang menghancurkan perdamaian dan stabilitas. Tindakan itu dinilai akan mengakibatkan luka untuk Korea Selatan.

"Menikam matanya sendiri dengan tangan kosong," ujar Tongil Voice merujuk pada tindakan Seoul menghadapi Pyongyang.

Korea Selatan dan Amerika Serikat (AS) juga mengadakan latihan bongkar muat kargo bersama pada awal Mei di Pangkalan Udara Daegu. Peristiwa ini pun membuat Korea Utara tidak menyukainya.

sumber : Yonhap
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA