Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Aktris Kristen Stewart dan Viola Davis Ikut Kecam Israel

Senin 17 May 2021 10:58 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Dwi Murdaningsih

Kristen Stewart

Kristen Stewart

Foto: Aceshowbiz
Deretan pesohor Hollywood turut bersuara mengenai serangan Palestina.

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES -- Berbagai kalangan terus mengecam aksi pemerintah Israel yang terus menggencarkan serangan ke Palestina. Deretan pesohor Hollywood turut bersuara mengenai hal tersebut.

Salah satunya adalah aktris Amerika Serikat Kristen Stewart. Pemeran Bella Swan di seri film Twilight Saga itu membagikan foto diri mengenakan sebuah scarf khas Palestina di akun Facebook resminya.

"Dua tahun lalu saya mendapat scarf ini sebagai hadiah dari salah satu penggemar di Palestina. Sekarang saya terkejut mengetahui dia terbunuh karena serangan Israel. Hentikan pembunuhan terhadap warga Palestina. Sudah cukup," tulisnya, sambil menyematkan tagar #GazaUnderAttack dan #FreePalestine.

Begitu pula aktris Viola Davis yang membagikan ulang postingan bertajuk "What To Know About Sheikh Jarrah". Dia mengunggah itu untuk membangkitkan kesadaran 7,8 juta pengikutnya di Instagram.

"Mari berbincang tentang apa yang terjadi di Sheikh Jarrah," kata bintang serial How To Get Away With Murder itu. Sheikh Jarrah merupakan sebuah wilayah Palestina di Yerusalem Timur.

Status orisinalnya diunggah oleh akun Instagram @SoYouWantToTalkAbout. Paparan menjelaskan awal mula pelanggaran tidak manusiawi yang dilakukan oleh pemukim dan tentara Israel terhadap warga Palestina yang tinggal di Sheikh Jarrah.

Dimulai dengan menjelaskan akar krisis Sheikh Jarrah. Penyebabnya adalah pengadilan Israel yang memutuskan untuk mengusir secara paksa 12 keluarga Palestina dari lingkungan Sheikh Jarrah.

Pesan Davis terus menjelaskan bagaimana 550 warga Palestina menghadapi ancaman perampasan. Terlebih, pengadilan memutuskan bahwa setiap keluarga pengungsi yang digusur harus membayar 20 ribu dolar AS untuk biaya hukum pemukim.



Terdapat pula informasi historis yang menjelaskan bahwa lingkungan Skeikh Jarrah adalah rumah dari 3.000 warga Palestina. Mereka menjadi pengungsi akibat "pembersihan etnis" di berbagai wilayah Palestina dalam perang 1948.

Para penggemar memuji Davis karena berbagi informasi kepada dunia tentang penderitaan rakyat Palestina. "Terima kasih banyak, Miss Davis, terima kasih telah menggunakan suara Anda untuk menjelaskan masalah yang membutuhkan lebih banyak kesadaran. Itu sangat berarti bagi kami," ungkap seorang penggemar.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA