Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Semua Objek Wisata di Indramayu Ditutup Usai Lebaran

Senin 17 May 2021 03:48 WIB

Red: Nur Aini

Pekerja menutup gerbang masuk kawasan objek wisata Bojongsari di Indramayu, Jawa Barat, Ahad (16/5/2021). Pemda Indramayu menutup sejumlah objek wisata untuk mencegah terjadinya kluster COVID-19.

Pekerja menutup gerbang masuk kawasan objek wisata Bojongsari di Indramayu, Jawa Barat, Ahad (16/5/2021). Pemda Indramayu menutup sejumlah objek wisata untuk mencegah terjadinya kluster COVID-19.

Foto: Antara/Dedhez Anggara
Penutupan dilakukan karena banyaknya wisatawan di Indramayu

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menutup sementara semua objek wisata di daerah itu mulai Ahad (16/5), dikarenakan banyaknya wisatawan dan dikhawatirkan menjadi klaster penyebaran Covid-19.

"Keputusan ini (penutupan obyek wisata) kami ambil karena ingin melindungi masyarakat, agar tidak terpapar Covid-19 sekaligus mengantisipasi jangan sampai terjadi lonjakan kasus yang sama," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu Rinto Waluyo di Indramayu, Ahad (16/5).

Baca Juga

Rinto mengatakan menyikapi perkembangan dan situasi terkini di Kabupaten Indramayu, hasil kesepakatan Forkopimda semua obyek wisata di Kabupaten Indramayu harus tutup pada Minggu, pukul 11.30 WIB. Langkah tegas tersebut, kata Rinto, diambil agar tidak muncul kasus baru di lokasi obyek wisata apalagi bercampur dengan wisatawan dari luar Kabupaten Indramayu.

"Kita tidak ingin seperti daerah atau negara lain, di mana banyaknya massa yang berkerumun di tempat yang sama mengakibatkan tingginya kasus Covid-19," tuturnya.

Ia menambahkan sejak tanggal 13 Mei 2021, Satgas Penanganan Covid-19 telah mengeluarkan Surat Edaran Penutupan lokasi obyek wisata. Namun demikian, surat edaran tersebut tidak serta merta dipatuhi oleh pengelola obyek wisata. Para pengelola obyek wisata memilih untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan membatasi jumlah pengunjung hanya 25 persen.

"Namun melihat situasi dan kondisi di lapangan ternyata tidak sesuai yang diharapkan. Karena itu terpaksa semua obyek wisata harus ditutup hingga waktu yang belum ditentukan," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA