Saturday, 2 Zulqaidah 1442 / 12 June 2021

Saturday, 2 Zulqaidah 1442 / 12 June 2021

Alasan Manusia dan Jin Diciptakan Bukan Cuma untuk Hidup

Ahad 16 May 2021 18:59 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Nashih Nashrullah

Allah SWT menciptakan jin dan manusia agar mereka beribadah. Bayi baru lahir (ilustrasi)

Allah SWT menciptakan jin dan manusia agar mereka beribadah. Bayi baru lahir (ilustrasi)

Foto: AP/VOA
Allah SWT menciptakan jin dan manusia agar mereka beribadah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Manusia dan jin diciptakan Allah SWT bukan tanpa alasan. Hamba Allah ﷻ memiliki tugas di dunia yakni untuk beribadah kepada-Nya. 

Dikutip dari laman Islamweb, hal ini telah disebutkan dalam Alquran berkaitan dengan tujuan penciptaan jin dan manusia,

Baca Juga

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ "Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku." (QS Az Zariyat 56). Di samping itu, dalam sebuah hadits disebutkan sebagai berikut:  

كان النبي صلى الله عليه وسلم في جنازة، فأخذ شيئًا، فجعل ينكت به الأرض، فقال: ما منكم من أحد إلا وقد كتب مقعده من النار، ومقعده من الجنة. قالوا: يا رسول الله، أفلا نتّكل على كتابنا، وندع العمل!؟ قال: اعملوا؛ فكل ميسر لما خلق له: أما من كان من أهل السعادة، فييسر لعمل أهل السعادة، وأما من كان من أهل الشقاء، فييسر لعمل أهل الشقاوة. ثم قرأ: فأما من أعطى واتقى وصدق بالحسنى 

Suatu ketika Rasulullah ﷺ berada dalam rombongan pelayat jenazah, lalu beliau mengambil sesuatu dan memukulkannya ke tangah. Kemudian beliau bersabda, "Tidak ada seorang pun, kecuali tempat duduknya telah ditulis di neraka dan tempat duduknya di surga." Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, kalau begitu, bagaimana bila kita bertawakkal saja terhadap takdir kita tanpa beramal?"

Beliau menajawab, "Beramallah kalian, karena setiap orang akan dimudahkan kepada yang dicipta baginya. Barangsiapa yang diciptakan sebagai ahlus sa'adah (penghuni surga), maka dia akan dimudahkan untuk mengamalkan amalan ahlus sa'adah.

Namun, barangsiapa yang diciptakan sebagai ahlusy syaqa (penghuni neraka), maka dia akan dimudahkan pula untuk melakukan amalan ahlusy syaqa." Kemudian beliau membacakan ayat: "fa`ammaa man `a'thaa wat taqaa wa shaddaqa bil husnaa (Dan barangsiapa yang memberi, dan bertakwa serta membenarkan kebaikan).." (HR Bukhari). 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA