Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Delapan Wisatawan di Pangandaran Positif Covid-19

Ahad 16 May 2021 15:59 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Suasana kawasan Pantai Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Ahad (16/5). Kawasan itu tetap terlihat ramai meski akses masuk ke Pantai Pangandaran ditutup.

Suasana kawasan Pantai Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Ahad (16/5). Kawasan itu tetap terlihat ramai meski akses masuk ke Pantai Pangandaran ditutup.

Foto: Republika/Bayu Adji P
Dinkes Pangandaran menggelar rapid antigen kepada wisatawan yang hendak ke pantai

REPUBLIKA.CO.ID, PANGANDARAN -- Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran telah melakukan uji cepat (rapid test) antigen secara acak kepada wisatawan yang hendak masuk ke daerah itu selama libur Lebaran 1442 H. Hasilnya, terdapat delapan orang yang dinyatakan positif Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, Yani Achmad Marzuki mengatakan, pihaknya telah mengambil sebanyak 495 sampel wisatawan secara acak. Pengambilan sampel itu dilakukan sebelum wisatawan masuk ke objek wisata yang ada.

"Hasilnya ada delapan yang reaktif," kata dia, Ahad (16/5).

Menurut dia, para wisatawan itu langsung diputatbalikkan oleh petugas. Sebab, mereka semua berasal dari luar daerah Kabupaten Pangandaran.

"Kalau (dirawat) di sini kan juga tidak masuk data kita," kata dia.

Ihwal perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Pangandaran, Yani mengatakan, dalam beberapa hari terakhir terjadi tren penurunan kasus aktif. Berdasarkan data hingga Sabtu (15/5), total kasus aktif di Kabupaten Pangandaran berjumlah 61 orang.

Ia menyebutkan, dari 61 orang yang positif Covid-19, delapan orang di antaranya menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara itu, sebanyak 53 orang menjalani isolasi mandiri.

"Kasus itu terus mengalami penurunan. Dari tanggal 12 sampai 15 kasus turun terus," ujar Yani.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA