Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Cara Unik Warganet Malaysia Melawan Eksistensi Israel

Ahad 16 May 2021 13:07 WIB

Red: Erik Purnama Putra

Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad.

Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad.

Foto: AP/Vincent Thian
Akun @nazirullahjufri membandingkan usia Mahathir lebih tua dibanding negara Israel.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pegiat media sosial, khususnya di Twitter dari Malaysia sangat aktif dalam mengabarkan peristiwa di Jalur Gaza, Palestina. Mereka terus menyiarkan kekejaman Zionis Israel yang tanpa belas kasihan membunuh warga Palestina.

Zionis adalah gerakan yang mendirikan negara Israel pada 14 Mei 1948. Israel berdiri di atas tanah warga Palestina. Meski sudah merebut tanah milik warga Palestina, kekejaman Israel tidak berhenti sampai sekarang.

Warga Malaysia yang notabene mayoritas Muslim pun menunjukkan sikap pembelaan ke Palestina. Meski begitu, mereka tidak selalu membagikan informasi terkini secara serius dalam mengkonter warganet (netizen) yang pro-Israel. Adalah akun bernama KL Real Estate @nazirullahjufri, yang mencoba menyerang eksistensi dengan cara unik.

Dia membandingkan usia negara Israel dengan eks Perdana Menteri Mahathir Mohamad. Status yang dibuat @nazirullahjufri, viral hingga di-retweets hampir 16 ribu kali dan disukai 20 ribu lebih akun lainnya.

"Israel founded (didirikan) 1948. Tun Mahathir born (lahir) 1925. Kesimpulannya Tun Mahathir lagi tua dari Israel," kata @nazirullahjufri. Berarti, saat ini usia Mahathir sudah 94 tahun dan Israel baru berdiri 73 tahun.

Selama ini, Mahathir dikenal sebagai tokoh Malaysia yang sangat berpihak kepada Palestina. Baru-baru ini, Presien Turki Recep Tayyip Erdogan mengontak Mahathir untuk membahas kekejaman Israel di Masjidil Aqsa yang membuatnya khawatir nasib warga Palestina.

Selama menjabat perdana menteri, Mr Tun, sapaan akrabnya, pernah tak memberi visa kepada dua atlet renang Israel yang ingin bertanding di ajan World Paralympic Swimming Championship di Malaysia pada 2019.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA