Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Pekerja Dermaga di Livorno Tahan Kontainer Senjata Israel

Ahad 16 May 2021 06:57 WIB

Red: Erik Purnama Putra

Kapal Asiatic Island memuat senjata untuk Israel ditahan pekerja dermaga di Livorno, Italia.

Kapal Asiatic Island memuat senjata untuk Israel ditahan pekerja dermaga di Livorno, Italia.

Foto: Left Voice
Pekerja di pelabuhan Italia hentikan kontainer berisi senjata tujuan Ashdod, Israel.

REPUBLIKA.CO.ID, LIVORNO -- Pekerja dermaga Kota Livorno, Provinsi Tuscany, Italia barat dilaporkan berencana untuk menahan kerja sama mereka dengan proses pengiriman senjata yang ditujukan untuk rezim Israel di tengah pertumpahan darah di Jalur Gaza. Kapal yang memuat senjata itu, dilaporkan Left Voice, bernama Asiatic Island. Mereka juga menolak memuat kontainer berisi senjata.

Para pekerja pelabuhan di Kota Livorno mengambil keputusan tersebut setelah mengetahui bahwa mereka tanpa disadari dapat membantu salah satu operasi pengiriman senjata tersebut, demikian laporan surat kabar daring Italia, Contropiano melaporkan pada Jumat (14/5). Laporan untuk pekerja pelabuhan tersebut dipasok oleh Autonomous Collective of Port Workers of Genoa dan WeaponWatch.

Serikat buruh pelabuhan di Italia mencoba mengumpulkan lebih banyak informasi tentang pengiriman yang datang ke pelabuhan mereka untuk mencegah pasokan militer tiba di Israel. Baru kemarin mereka menerima laporan tentang kehadiran puluhan kendaraan lapis baja militer yang siap dimuat ke kapal lain, Molo Italia.

Dikutip dari Press TV, para pekerja diberi tahu bahwa beberapa kontainer yang seharusnya mereka muat ke kapal dengan tujuan kota pelabuhan Ashdod, Israel di wilayah pendudukan, berisi "senjata dan bahan peledak".

Karena itu, mereka memutuskan untuk menghentikan proses yang melibatkan pengangkut kontainer. "Senjata dan bahan peledak ... akan digunakan untuk membunuh penduduk Palestina yang sudah dilanda serangan hebat malam ini yang telah menyebabkan (kematian) ratusan korban di antara penduduk sipil, termasuk banyak anak-anak," tulis surat kabar tersebut.

Hal itu mengacu pada eskalasi serius baru-baru ini dalam serangan militer rezim Israel terhadap Gaza yang diblokade Tel Aviv. Sejak Senin (10/5), ketika eskalasi dimulai, pesawat tempur Israel dan kemudian unit artileri mulai memasuki pesisir Palestina, menewaskan lebih dari 100 orang di sana.

Baru-baru ini, serangan tersebut membantai seluruh keluarga Gaza, termasuk delapan anak. Serangan udara Israel membunuh delapan anak dan dua perempuan dari keluarga yang sama di Gaza

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA