Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Israel Hancurkan Kantor Berita AP dan Aljazirah di Gaza

Ahad 16 May 2021 05:46 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Andi Nur Aminah

Asap membubung setelah serangan udara Israel di sebuah gedung di Kota Gaza  (ilustrasi)

Asap membubung setelah serangan udara Israel di sebuah gedung di Kota Gaza (ilustrasi)

Foto: AP Photo/Hatem Moussa
Puluhan jurnalis AP dan pekerja lepas berada di gedung itu dan dievakuasi tepat waktu

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Israel menghancurkan kantor Associated Press (AP) dan Aljazirah yang terletak di Gedung al-Jalaa di kota Gaza Sabtu (15/5). Pemilik gedung sebelumnya telah menerima peringatan tentang serangan, sehingga dapat mengevakuasi penghuni gedung.

Seorang jurnalis Palestina terluka dalam serangan itu. Media Palestina melaporkan, puing-puing gedung serta pecahan peluru tampak berserakan. Militer Israel mengatakan, jet tempur milik mereka telah menghantam gedung bertingkat yang berisi aset militer milik kantor intelijen kelompok Hamas. Militer Israel telah memberikan peringatan dini kepada warga sipil di dalam gedung, sehingga memungkinkan mereka untuk keluar.

Baca Juga

Presiden dan CEO AP Gary Pruitt mengatakan, puluhan jurnalis AP dan pekerja lepas berada di gedung itu. Mereka telah dievakuasi tepat waktu. "Kami terkejut bahwa militer Israel akan menargetkan dan menghancurkan gedung yang menampung biro AP dan organisasi berita lainnya di Gaza. Dunia akan tahu lebih sedikit tentang apa yang terjadi di Gaza karena apa yang terjadi hari ini," ujar Pruitt.

Penjabat Direktur Jnderal Jaringan Media Aljazira Mostefa Souag menyebut Israel telah melakukan serangan "biadab". Dia mengatakan, Israel harus dimintai pertanggungjawaban atas serangan tersebut.

"Tujuan dari kejahatan keji ini adalah untuk membungkam media, dan menyembunyikan pembantaian serta penderitaan rakyat Gaza yang tak terhitung jumlahnya," kata Souag dalam sebuah pernyataan.

Juru bicara militer Israel Jonathan Conricus menolak anggapan bahwa Israel berusaha membungkam media. "Itu benar-benar salah, media bukanlah sasarannya," katanya kepada //Reuters.

Conricus menyebut gedung itu sebagai sasaran militer yang sah. Dia mengatakan, gedung itu dihuni oleh intelijen militer Hamas. Conricus menambahkan, Hamas mungkin telah memperhitungkan bahwa, dengan menempatkan aset di dalam gedung yang sama dengan kantor media, maka mereka akan aman dari serangan Israel".

Militer Israel mengatakan, serangan terhadap gedung-gedung di Gaza ditujukan untuk menargetkan kelompok Hamas. Penghancuran gedung itu terjadi sehari setelah utusan Presiden AS Joe Biden Hady Amr tiba di Israel. Ketika ditanya mengapa seluruh bangunan dihancurkan, Conricus mengatakan tidak ada cara lain untuk menghancurkan fasilitas Hamas yang ada di dalam gedung tersebut.

"Tidak ada cara untuk merobohkan fasilitas Hamas yang ada di dalam gedung. Mereka menempati beberapa lantai di dalam gedung dan tidak mungkin untuk menghancurkannya satu per satu. Sehingga dianggap perlu untuk merobohkan seluruh gedung," ujar Conricus.

Jurnalis Aljazirah Safwat al-Kahlout mengatakan, dia telah bertugas di Gaza selama 11 tahun. Sekarang dia menyaksikan gedung kantornya hancur dalam hitungan detik. “Saya telah bekerja di sini selama 11 tahun. Saya telah meliput banyak acara dari gedung ini, kami telah menjalani pengalaman profesional pribadi. Sekarang semuanya lenyap begitu saja dalam dua detik," ujar al-Kahlout.

Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah meminta Israel untuk memastikan keamanan jurnalis. "Kami telah mengkomunikasikan secara langsung kepada Israel bahwa memastikan keselamatan dan keamanan jurnalis dan media independen adalah tanggung jawab yang terpenting," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki di /Twitter.

Sebelumnya militan Hamas telah menembakkan lebih dari 2.000 roket ke Israel selama kekerasan yang terjadi beberapa hari terakhir. Petugas medis Palestina mengatakan, sedikitnya 139 orang, termasuk 39 anak-anak tewas di Gaza. Sementara Israel telah melaporkan sembilan orang tewas, termasuk dua anak.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA