Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Pakistan: Serangan Israel ke Palestina adalah Pembantaian

Ahad 16 May 2021 04:46 WIB

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Teguh Firmansyah

Perempuan Palestina mencari sisa-sisa barang miliknya tengah reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan Israel di Beit Hanoun, Gaza pada 14 Mei 2021.

Perempuan Palestina mencari sisa-sisa barang miliknya tengah reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan Israel di Beit Hanoun, Gaza pada 14 Mei 2021.

Foto: Anadolu Agency
PBB diminta untuk melindungi rakyat Palestina dari terorisme Israel.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Hak Asasi Manusia Pakistan Shireen Mazari mengatakan kekerasan saat ini di Timur Tengah adalah pembantaian, bukan konflik. Istilah ini serupa yang digunakan oleh Sekjen PBB Antonio Guterres.

"Dengan hormat SG (sekretaris jenderal) yang terhormat ini bukan konflik tetapi pembantaian oleh kekuatan pendudukan dan PBB perlu menegakkan tanggung jawabnya untuk melindungi rakyat Palestina dari terorisme negara Israel," katanya dikutip dari Anadolu, Sabtu (15/5).

Mazari lalu mengutip dokumen yang memungkinkan Dewan Keamanan PBB untuk menentukan sikap atas ancaman terhadap perdamaian, atau tindakan agresi. DK PBB bisa mengambil tindakan militer dan nonmiliter untuk memulihkan perdamaian dan keamanan internasional. "Ingat Charter VII dari Piagam PBB," kata dia.

Sebelumnya diketahui, Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan "de-eskalasi" dan "penghentian permusuhan" di Gaza dan Israel. "Saya mengimbau agar segera meredakan dan menghentikan permusuhan di Gaza dan Israel. Terlalu banyak warga sipil tak berdosa telah tewas. Konflik ini hanya dapat meningkatkan radikalisasi dan ekstremisme di seluruh wilayah," katanya.

Serangan Israel di Jalur Gaza yang diblokade menewaskan sedikitnya delapan warga Palestina Sabtu pagi. Sedikitnya 139 orang meninggal dan ratusan lainnya terluka akibat gempuran Israel.

Ketegangan menyebar dari Yerusalem Timur ke Gaza setelah kelompok perlawanan Palestina di sana bersumpah untuk membalas serangan Israel di Masjid Al-Aqsa dan Sheikh Jarrah.

Baca Juga

Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Al-Aqsa berada, selama perang Arab-Israel 1967. Itu mencaplok seluruh kota pada tahun 1980, sebuah tindakan yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA