Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Perahu Terbalik di Waduk Kedung Ombo, 6 Orang Meninggal

Ahad 16 May 2021 02:45 WIB

Rep: Binti Sholikah/ Red: Teguh Firmansyah

Sejumlah relawan mengevakuasi korban tenggelamnya perahu rombongan wisata di Waduk Kedung Ombo, Wonoharjo, Kemusu, Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (15/5/2021). Sebanyak 20 penumpang perahu rombongan wisata air mengalami kecelakaan di waduk tersebut. Hingga Sabtu (15/5) pukul 19.00 WIB, enam dari sembilan korban tenggelam ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan 11 penumpang selamat.

Sejumlah relawan mengevakuasi korban tenggelamnya perahu rombongan wisata di Waduk Kedung Ombo, Wonoharjo, Kemusu, Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (15/5/2021). Sebanyak 20 penumpang perahu rombongan wisata air mengalami kecelakaan di waduk tersebut. Hingga Sabtu (15/5) pukul 19.00 WIB, enam dari sembilan korban tenggelam ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan 11 penumpang selamat.

Foto: ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho
Perahu yang mengangkut wisatawan itu terbalik karena kelebihan muatan.

REPUBLIKA.CO.ID, BOYOLALI -- Sebuah perahu wisata yang mengangkut 20 penumpang terbalik di Waduk Kedung Ombo di wilayah Dukuh Bulu, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (15/5) sekitar pukul 11.00 WIB. Sebanyak 11 penumpang dinyatakan selamat dan sembilan lainnya tenggelam.

Hingga Sabtu pukul 20.00 WIB, tim gabungan sudah mengevakuasi enam orang yang dinyatakan meninggal dunia, sedangkan tiga lainnya masih proses pencarian.

Koordinator Basarnas pos SAR Surakarta, Arif Sugiarto, mengatakan, penyebab terbaliknya perahu wisata tersebut lantaran kelebihan muatan. Perahu tersebut berangkat dari tepi menuju ke warung makan apung di tengah waduk.

Pada saat perahu sudah hampir mencapai warung apung, banyak penumpang yang melakukan swafoto di depan perahu. Akibatnya, perahu yang ditumpangi menjorok ke depan sehingga air mulai masuk perahu kemudian terbalik.
 
"Jarak tepi sampai ke warung apung sekitar 1 kilometer, tidak terlalu jauh, tapi karena kelebihan muatan menyebabkan perahu terbalik," kata Arif saat dihubungi Republika.co.id, Sabtu malam.

Arif menyebut, kapasitas perahu tersebut seharusnya maksimal diisi 14 penumpang termasuk nahkoda dan kenek. Selain itu, berdasarkan informasi yang dihimpun tim Basarnas, di perahu tersebut terdapat pelampung tetapi tidak dikenakan para penumpang.

"Yang jelas kita tahunya kelebihan muatan, harusnya 14 ini dinaiki 20 orang. Infonya ada pelampung cuma tidak dipakai, makanya ini yang kami gali. Saya masih mencari saksi kunci nahkoda ini, nahkodanya selamat," terang Arif.

Menurut Arif, jarak antara kejadian dan kedatangan tim evakuasi cukup jauh, yakni sekitar 2,5 jam. Kejadian terjadi pukul 11.00 WIB, sedangkan bantuan mulai berdatangan pukul 13.30 WIB.

Sampai saat ini masih ada tiga korban tenggelam yang masih dalam proses pencarian. Enam korban meninggal dunia telah dibawa ke RSUD Waras Andong, Boyolali. "Kendalanya kedalaman waduk cukup dalam juga, sekitar 20 sampai 30 meter," imbuhnya.

Proses evakuasi melibatkan ratusan tim gabungan dari berbagai wilayah, antara lain kabupaten/kota di eks Karesidenan Surakarta, Magelang, Grobogan, hingga Semarang.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA