Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

De Ligt Terpesona dengan Gairah Penonton di Italia

Sabtu 15 May 2021 19:50 WIB

Rep: Frederikus Bata/ Red: Muhammad Akbar

Bek Juventus, Matthijs de Ligt.

Bek Juventus, Matthijs de Ligt.

Foto: EPA-EFE/ALESSANDRO DI MARCO
Di Italia mereka terus memikirkan sepak bola

REPUBLIKA.CO.ID, TURIN -- Matthijs de Ligt berkembang pesat menjadi salah satu bek tengah kelas atas. Ia sudah menjadi kapten Ajax Amsterdam, saat berumur 19 tahun.

Kini palang pintu tim nasional Belanda itu berseragam Juventus. Pengalamannya terus bertambah di usia belia.

Ia sampai bisa membandingkan atmosfer sepakbola di daerah asalnya dengan yang terjadi Negeri Spaghetti. Ini dalam konteks gairah pendukung.

"Di Belanda penggemar sangat bersemangat dan ingin timnya menang. Tapi setelah pluit akhir berbunyi, itu akan mereda. Di Italia, tiga hari kemudian, mereka masih membicarakan tentang beberapa penalti yang tidak diberikan. Mereka terus memikirkan sepak bola," kata De Ligt, dikutip dari Football Italia, Sabtu (15/5).

Ia mengakui penggemar bakal mengalami pekan yang buruk, jika tim kesukaannya kalah dari klub rival. Para pemain turut merasakan keresahan tifosi.

Itu menjadi tekanan ekstra saat bermain di Italia. Namun De Ligt menikmatinya.

Selanjutnya ia membahas dari sisi teknis. Ia merasa pemahamannya mengawal lini belakang, semakin berkembang.

Ia tak hanya fokus pada individu. Tapi juga mampu melihat pergerakan penyerang dari area lain.

"Chiellini master dalam hal itu. Dia memiliki banyak pengalaman. Saya belajar banyak darinya," ujar De Ligt.

Ia juga belajar menjadi profesional yang hebat semenjak berkostum hitam putih. Ada beberapa sosok jadi panutannya.

Mereka adalah Cristiano Ronaldo, Giorgio Chiellini, juga Gianluigi Buffon. Menurutnya para senior tersebut mampu mempertahankan kebugaran dengan baik di usia senja.

Beberapa jam lagi, De Ligt dan rekan-rekan bakal menjalani Grande Partita pada giornata ke-37 Serie A. Juventus menjamu Inter Milan di Stadion Allianz, Turin, Sabtu (15/5) malam WIB.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA